Assalamualaikum,
Bismillah..
Balik lagi dengan tulisan kisah kelanjutan Hadisatul Ifki..
Ini link audio nya;
https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-muhammad-nuzul-dzikri-haaditsatul-ifki-saat-ibunda-kita-difitnah-part-04
Ini Hadist kelanjutannya;
Hingga ketika aku berangsur pulih dari sakit aku keluar bersama Ummu Misthoh menuju tempat kami biasa membuang hajat, kami tidak keluar kesana kecuali di malam hari, itu terjadi sebelum kami mengambil tabir dekat dengan rumah kami, kebiasaan kami saat itu yaitu kebiasaan orang-orang Arab dahulu (arab tradisional) bila berada diluar rumah atau di lapangan terbuka. Maka kami, aku dan Ummu Misthoh binti Abi Ruhum berjalan lalu dia tergelincir karena kainnya seraya dia mengumpat: “Celakalah Misthoh”. Aku katakan: “Sungguh buruk apa yang kamu ucapkan tadi. Apakah kamu mencela seorang yang pernah ikut perang Badar?” Dia berkata: “Wahai baginda putri, apakah Baginda belum mendenar apa yang mereka perbincangkan?” Lalu dia mengebarkan kepadaku tentang berita bohong (tuduhan keji). Kejadian ini semakin menambah sakitku diatas sakit yang sudah aku rasakan.
**********
Bismillah..
Balik lagi dengan tulisan kisah kelanjutan Hadisatul Ifki..
Ini link audio nya;
https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-muhammad-nuzul-dzikri-haaditsatul-ifki-saat-ibunda-kita-difitnah-part-04
Ini Hadist kelanjutannya;
Hingga ketika aku berangsur pulih dari sakit aku keluar bersama Ummu Misthoh menuju tempat kami biasa membuang hajat, kami tidak keluar kesana kecuali di malam hari, itu terjadi sebelum kami mengambil tabir dekat dengan rumah kami, kebiasaan kami saat itu yaitu kebiasaan orang-orang Arab dahulu (arab tradisional) bila berada diluar rumah atau di lapangan terbuka. Maka kami, aku dan Ummu Misthoh binti Abi Ruhum berjalan lalu dia tergelincir karena kainnya seraya dia mengumpat: “Celakalah Misthoh”. Aku katakan: “Sungguh buruk apa yang kamu ucapkan tadi. Apakah kamu mencela seorang yang pernah ikut perang Badar?” Dia berkata: “Wahai baginda putri, apakah Baginda belum mendenar apa yang mereka perbincangkan?” Lalu dia mengebarkan kepadaku tentang berita bohong (tuduhan keji). Kejadian ini semakin menambah sakitku diatas sakit yang sudah aku rasakan.
**********
Dalam setiap kajian, sesi tanya jawab itu penting,dan merupakan satu kesatuan dari kajian itu sendiri. Bahkan Hadist yg di riwayat kan Umar bin Khattab yaitu Tanya jawab/ dialog antara Malaikat terbaik Jibril dan Rosullulloh, yaitu hadist tentang Iman, Islam, Ihsan, hari kiamat dan tanda tandanya. Dan karena tanya jawab tersebut banyak orang dapat hidayah, banyak orang tahu tentang Islam,iman,Ihsan,dan tanda tanda kiamat (hadist arbain ke 2)
Bisa jadi kita ga punya pertanyaan saat kajian,tapi bisa jadi pertanyaan orang lain atau temen kita yang bisa mengubah hidup kita, pertanyaan tersebut yang kita cari selama ini
Ada pengalaman dari ustad Nuzul,yaitu ustad dipanggil manajemen kampus pada saat pelajaran berlangsung namun setelah selesai dipanggil manajemen masih ada 10 menit pelajaran tapi ustad akhirnya pergi ke perpustakaan karena merasa tinggal 10 menit doang. Kemudian ternyata ketemu dengan Syeikh / Gurunya ustad, "kamu kemana tadi ya Muhammad?? (Ust Nuzul di panggil nya Muhammad waktu kuliah)
Dan kata ustad, saya tadi di panggil pihak manajemen kampus dan cuma sisa 10 menit jadi saya putuskan untuk ke perpus saja, apakah tadi pelajaran sudah selesai di 10 menit itu ya Syeikh?
Syeikh nya bilang, " tadi aku 5 menit sebelum selesai pelajaran sudah selesai materi, tapi tahukah kamu, bisa jadi 5 menit terakhir ini yang menentukan hidup kamu, bisa jadi 5 menit terakhir ini yg menentukan surga dan neraka mu"
Ibrohnya, kita gatau kapan ilmu itu sangat berkah dan bermanfaat. Karena kalo hanya konten ilmu, semua ilmu banyak, di google pun banyak. Tapi yg kita perlukan adalah keberkahan. Menuntut ilmu yg terbaik adalah datang ke kajian. Wa man salaka thoriqon yaltamisu fihi Ilman Sahalallahu lahu thoriqon Ilal Jannah.
Jika kepada orang lain, kita harus memberikan uzur, positif thinking dan ga boleh berburuk sangka (jika teman kita ga bisa ikut full karena mungkin rumahnya jauh,lapar, dan ada uzur ga bisa ikut kajian ). Namun kalo bisa untuk diri sendiri, kita harus idealis dan sebisa mungkin usahakan ikut full kajian dan tanya jawab.
********
Mengingat part 3 kemarin, Sikap nabi berbeda, namun tidak ada su'uzon dalam diri Aisyah.
Lanjut, "Sampai kepada fisik ku sudah mulai kuat, aku pergi keluar malam hari bersama Ummu Misthoh ( ibu nya Misthoh). Kami berniat untuk buang air. Dan pada saat itu jaman dulu, kalo buang air wanita malam hari dan itu pergi ke tempat jauh. Jauh dari pemukiman"
Hadist ini menerangkan bahwa Bolehnya wanita pergi keluar rumah jika ada Hajat dan Keperluan, selagi itu aman. Meskipun saat itu sangat gelap, tapi aman. Jadi di perbolehkan kalo jaman sekarang boleh keluar malam mungkin untuk kajian selagi itu safety. Jadi dalilnya Aisyah dan Ummu Misthoh
Aisyah cerdas, karena waktu itu (kejadian buang hajat habis perang,lalu nyari kalung yg hilang,ketinggalan rombongan) malam malam dan akhirnya ditemukan Sofyan, maka disini dikemudian Aisyah mengajak Ummu Misthoh pergi keluar karena tidak mau kesalahan terulang kembali. Sehingga muslim yang cerdas adalah yang tidak jatuh ke lubang yang sama dan belajar dari pengalaman sebelumnya. Sehingga perlunya belajar belajar dan belajar.
Siapakah Ummu Misthoh? Sepupu nya Abu Bakar Ash Shidiq. Sehingga Ummu Misthoh adalah Tante nya Aisyah. Ummu Misthoh masih keluarga besar Aisyah.
Aisyah melanjutkan, ketika kami sudah selesai melaksanakan hajat kami, Lalu Ummu Misthoh tergelincir/jatuh dan keceplosan mengatakan "Celakalah Misthoh"
Aisyah pun kaget, "Apa yang kamu katakan Ummu Misthoh, apakah kamu sadar yang kamu katakan adalah ga bagus, dan apakah kamu mencela Seseorang yang ikut Perang Badar?"
Jadi Ummu Misthoh ini mengatakan hal demikian karena ga sengaja, spontanitas, dan juga memang sudah takdir Alloh.
Dari sini kita tarik pelajaran, kita ga perlu kepo, karena Alloh yang tahu yg terbaik untuk kita. Jika itu yang terbaik,Alloh sendiri yang akan mengungkapkan hal itu kepada kita. Akan kebuka sendiri. Detik itu Alloh menginginkan Aisyah tahu. Dan timing malam tersebut lah waktu terbaik Aisyah tahu. Alloh lah Maha pengatur terbaik. Al Baqarah:216 ,, Alloh yang maha tahu, dan kita ga tahu. Salah satu tanda Alloh menginginkan kebaikan untuk kita, kita dihindarkan Alloh dari sesuatu yg ga bermanfaat (ga perlu kepo kepo)
Namun detik tersebut Aisyah masih tidak tahu yang terjadi, yang dia tahu hanya seorang Ibu (Ummu Misthoh) sedang mencela, berbicara hal ga baik terhadap anaknya (Misthoh). Dan itu ga bagus sebagai orang muslim. Karena Nabi bukanlah orang yang suka mencela,melaknat,berkata hal buruk. Sehingga hal tersebut yang di pegang oleh para sahabat dan isteri istri nabi. Untuk tidak mencela dan berkata buruk terhadap orang lain.
Kita harus membangun adab. Sebagaimana Aisyah, tidak mencela tidak mencaci maki. Dan harus berakhlak mulia. Rosullulloh saja tidak pernah mencaci maki Abu Jahl, Abu Lahab. Dan kita harus ilmiah dengan data. Dan dibalut dengan akhlak yang baik.
Aisyah membela Misthoh. "Apakah kamu mencela seorang yang ikut pernah Badar?"
Aisyah tahu hadist nabi,"Barang siapa yang membela kehormatan seorang muslim sedangkan saudaranya (yang di jelek kan) ga ada di tempat, Alloh pastikan Alloh akan membebaskan dirinya dari api Neraka."
Wajib bagi Alloh untuk menghindarkan dia dari siksa api neraka (jika kita membela kehormatan seorang muslim)
Sampai celaan itu datang dari ibu ke anaknya (Ummu Misthoh ke Misthoh) tapi Aisyah tetap membela Misthoh. Bahkan kata Aisyah, "Misthoh itu Muhajirin, diantara yang pertama kali masuk Islam, apakah kamu mencela seorang sahabat Rosullulloh?"Lanjut kata Aisyah," Alloh memberi garansi kepada orang yang ikut perang badar, Misthoh ini ikut perang badar, kata Alloh , dan berbuat lah sesuka kalian karena sesungguhnya Alloh sudah mengampuni kalian (kepada orang yang ikut perang badar)"
Disini Aisyah membela Misthoh dan menyebutkan keutamaan keutamaan Misthoh (dia Muhajirin,sahabat Rosullulloh,dan ikut perang badar)
Begitulah seharusnya sikap kita ketika ada saudara kita di jelek jelekan/di cela. Kita harus membela dan menyebut kebaikan dan keutamaannya.
Kata Ummu Misthoh, "kamu ga tahu ya apa yang sudah mereka katakan tentang kamu?"
Aisyah,"memang nya apa?"
Ummu Misthoh, " ya alloh,kamu bener bener ga ngerti apa apa ya?", Dan akhirnya Ummu Misthoh menceritakan berita dusta/fitnah yang terjadi. Dalam riwayat lain, "anak ku Misthoh dengan Fulan,Fulan,Fulan (Ummu Misthoh hanya menyebut nama anaknya dan Fulan Fulan) itu berkumpul di rumahnya Abdullah bin salul, mereka menceritakan kamu dan Sofyan bin Muatthol.
Dan akhirnya Aisyah makin sakit....
"Demi Alloh aku tidak mencela anak ku bukan karena aku benci dengan anak ku, tapi karena engkau Aisyah, dia telah mencela mu dan sudah keterlaluan, aku membela mu Aisyah" Ummu Misthoh
Disini Ummu Misthoh bener2 cinta Aisyah karena Alloh. Seperti hal nya, kata Umar di hadapan Nabi, "ya Rosul, aku lebih mencintai Engkau dibanding keluarga ku,dan harta harta ku kecuali kepada diri ku sendiri" dan Rosullulloh pun berkata "Tidak, sampai kamu lebih mencintai aku di banding dirimu sendiri"
Dan akhirnya pun Umar berkata, "Baik, engkau aku cintai melebihi diriku sendiri"
Disini bahkan Ummu Misthoh lebih mencintai Aisyah (istri nabi) dibanding anaknya sendiri.
Padahal Misthoh ini kaum Muhajirin, ikut hijrah bersama Rosullulloh di bawah sinar terik matahari, dan selalu ikut perang,dan berjihad bareng Rosul.
Makanya disini, Abu Bakar ga habis pikir kenapa Misthoh bisa ngomongin Aisyah, langsung di samperin tuh Misthoh,, "kenapa kamu ngomongin Aisyah?, Hasan dari kalangan Anshor, jadi aku kasih uzur karena mungkin ga kenal, adapun Himna mungkin hanya seorang wanita jadi wajar deh kalo ikut makan gosip/fitnah, Abdullah Ibnu Salul kan jelas dia munafik, sedangkan kamu kan kaum Muhajirin, ponakan ku, dan kamu kan sama aku, kenal, dan bahkan sepeninggal ayah mu meninggal kan kamu ikut aku? Bersama ku dari kecil. (disini ibaratnya Misthoh udah kaya anak sendiri di sekolahin dan di asuh dari kecil, kalo Bilal bin Robbah aja di merdeka kan apalagi ini Misthoh ponakan sendiri). Apa alasan kamu seperti itu ke Aisyah?? Kalo musuh begitu kan wajar, tapi kamu kan masih keluarga ku??"
Dan Misthoh ini kan miskin, kalo di Mekkah pada jaman itu miskin bisa habis, sedangkan disini Abu Bakar pasang badan, selalu melindungi. Kita tahu kisah Sahabat yang miskin di jaman Mekkah bisa habis oleh orang mekkah , seperti Bilal bin Robbah,Amar bisa di habisi, Yasir meninggal, Sumayyah Syahidah"
Dan disini di saat Abu Bakar butuh support, malah Misthoh ikut ikutan berita dusta. Dan akhirnya pun Abu Bakar bersumpah ga mau ngasih bantuan lagi ke Misthoh.
Jadi bisa kita ambil pelajaran, kalo Misthoh yang banyak prestasi nya saja bisa tergelincir apalagi kita. Dan hijrahnya kita jaman sekarang ini bisa jadi mudah karena mayoritas muslim dan mau denger ngaji pun mudah ga seperti jaman dulu yang sulit (tahun 80an 90an yang hijab sulit, mau ngaji mungkin ustadnya Minggu ini bisa Minggu depan bisa Mis/ga bisa datang)
Jadi hati hati. Kalo Misthoh saja bisa tergelincir, bagaimana kita. Maka waspada terhadap telinga kita.
Dan si Misthoh ini datang ke tempat Abdullah Ibnu Salul. Seringkali kita Percaya diri, datang ke tempat yang bisa jadi fitnah/dusta. Apalagi kalo pembicara nya retorika nya bagus, retorika bisa menyihir . Jangan duduk sama mereka hingga mereka ganti topik. Pelajarilah dari Misthoh.
- Kita harus memfilter. Apapun yg kita dengar.
- Kalo Misthoh bisa tergelincir, atau seperti Kaab bisa tergelincir, jika teman kita tergelincir maka kita harus menolong saudara kita, bukan di cibir/cela/jatuhkan. Ini bukanlah hal aneh jika ada orang lain salah.termasuk jika ada ustad yg keliru harus kita tolong, kita beri masukan yg baik, bukan di cela. Hijrah itu bukan mencetak malaikat dan bidadari. Dan hijrah itu membuat kita taat kepada Alloh dan jika salah kita harus tau bagaimana bersikap. Setiap keturunan nabi Adam pasti ada kesalahan. (Ali Imron:134) surga itu disiapkan Alloh untuk orang bertakwa, Orang bertakwa itu kata Alloh, yang suka memberi infak tidak mikir kondisi (lapang sempit),Menahan amarah, Senang memaafkan orang lain, dan apabila ia melakukan Fahisyah (dosa dosa besar) atau menzolimi diri mereka sendiri ,maka ia ingat kepada Alloh dan beristighfar kepada Alloh
Aisyah syok. Dan sakitnya bertambah parah. Dan segera pulang ke rumah. Dan setelah tiba di rumah,datanglah Rosullulloh ke rumah dalam keadaan Aisyah sudah tahu apa yang terjadi dan sedih.......
Apa yang terjadi? To be continued..... Di part selanjutnya :)
Q&A
- Hadist Ibnu Abbas, ketika Ibnu Abbas solat bersama nabi, Rosullulloh pernah menggeser Ibnu Abbas ke kiri, atau jika ada orang yang mau lewat ke tempat solat kita, maka cegahlah seperti mau perang, bukan membunuh tapi mencegah seperti mau perang. (Pertanyaan tentang kalo ada gerakan diluar solat, karena ga kedengaran ini pertanyaan nya :'( )
- Disini bagaimana menyikapi fakta yang di jadikan gosip? Contoh saat kesalahan kita di masa lalu di gosipkan
---------->Jawabannya jangan mengungkapkan kesalahan seseorang. Jangan cari cari kesalahan orang lain/umat Islam baik personal maupun komunitas maka apabila kita memberi tahu kesalahan orang lain maka Alloh akan menyingkap kesalahan kita bahkan di tempat yang paling privasi sekalipun . Alloh akan membongkar aib kita, skandal kita bahkan di tempat yang kita ga tahu. Ini hal yang perlu kita cam kan. Dan apabila kita yg jadi korbannya, kita bisa belajar dari Aisyah. Dan jika memang kita korbannya, maka kita instrospeksi diri. Saat kita melakukan dosa maka pasti ada efek samping. Di akhirat maupun di dunia. Dan Alloh ga akan ngasih musibah karena setiap musibah pasti dari diri sendiri. Ada orang yang sengaja ga mau tahu, ga cari ilmu agar tidak tahu, kata Alloh, barang siapa yang berpaling dari ayat Alloh ,maka gaada uzur gaada maaf. Dan apabila memang kita bener2 ga tahu,maka side effect di dunia pasti ada. Misalkan ada suami yg memukul istri dengan dalil yg ada di Alquran, "jika istri mu durhaka,maka boikot lah di tempat tidur, dan pukullah" maka suami tersebut semangat memukul istri nya padahal kata Rosullulloh pukullah dengan sesuatu yg tidak menyakitkan, yaitu kayu siwak. Ga boleh sampai menyakiti. Maka akhirnya ada side effect. Setiap maksiat pasti ada side effect. Dan side effect ga harus langsung. Bisa jadi 13 tahun yang akan datang. Atau bahkan setelah kita hijrah. Jadi sebelum nyalahin orang lebih baik pikirin diri sendiri dulu. Jangan hobi mencari kambing hitam, mencari kesalahan orang lain. Jadi lihat akar masalah ,yaitu dosa kita. Dan jika memang kita pure di uji dengan berita dusta tersebut, maka positif thinking Alloh ingin mentransfer dosa kita ke orang yang ngomongin kita. Dan ga perlu kita mengklarifikasi karena setiap gosip biasanya satu Minggu juga sudah kelar. Tapi kalo kita klarifikasi, kita bilang kita ga begitu kok,kita aslinya baik kok maka yang ada malah jadi ga selesai selesai yang harusnya sudah selesai. Dan kita intinya ga perlu mensucikan diri kita ke orang lain. Yang penting Istighfar aja udah.
Dan evaluasi. Salah satu ulama di masjid Nabawi, bilang, pernah suatu ketika ada orang yang membuka aibnya, dan ulama tersebut hanya bilang, "Alhamdulillah, Segala puji hanya bagi Alloh ,sehingga aib aib ku yang banyak ini cuma tersingkap sedikit saja"
Ilmu selalu membuat kita menjadi tawadhu,menjadi rendah hati. Bukan menjadi orang yang sombong.
Imam Ahmad pernah bilang, semakin berilmu semakin merendah. Dan selalu merasa banyak dosa. Jadi kalo yg dikatakan cuma 1,2 dosa ya ga masalah karena sejatinya penuntut ilmu sejati ya selalu merasa banyak dosa, jadi ga masalah.
Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah......
Itu aja tulisan hari ini.. Alhamdulillah.. semoga Istiqomah, walaupun cuma begini tapi setidaknya nanti pas lagi tumbang dan inget, oiya aku pernah nulis seperti ini. Jadi inget lagi. Inget lagi. Belajar lagi. Untuk diri sendiri.
Wassalamu'alaikum
No comments:
Post a Comment