Wednesday, September 26, 2018

Hidayah dari sebuah "AKREDITASI"

Assalamualaikum semua..

Kali ini pengen nulis tentang sesuatu yang menurut aku "MINDBLOWING" yang sedang ku alami.
Jadi saat ini aku Alhamdulillah bekerja di salah satu pelayanan kesehatan publik di daerah deket rumah.
Disini, di tempat kerja ku, sedang Nge-HITS banget yang namanya Akreditasi, sebuah Salah satu rangkaian yang harus dan wajib di lakukan, dasarnya adalah Permenkes 75 (karena Puskesmas) dan peraturan peraturan yang lain menjadi satu kesatuan "Instrumen Akreditasi", dan semua itu harus di penuhi sebagai Syarat Ter Akreditasi, kita dinilai oleh Surveilans Kemenkes dan Goal nya hasil akhirnya penilaian tersebut lah yang menentukan Puskesmas kita ini Apakah Tingkat Paripurna, Utama,Madya,Dasar, yang intinya Kita sudah di akui oleh lembaga yang berwenang (dalam hal ini Kemenkes) untuk memberikan Pelayanan.

Udah deh, maaf kalo penjelasan masalah Akreditasi ku yang di atas salah wkwkwk, intinya yang aku mau tulis disini adalah,

Jadi kan sebelum nya saya sebagai orang di Pemeliharaan Puskesmas berusaha melengkapi dokumen dan melakukan serangkaian yang diminta "Instrumen Akreditasi" yang berhubungan dengan pekerjaan ku. Awalnya kita melakukan sesuai pemahaman kita.
Lalu kita di nilai dulu secara internal, dalam hal ini bisa dinilai oleh Suku dinas di atas kita, kita di Survei dan diberi rekomendasi yang harus kita lakukan, ini di survei oleh Suku Dinas yang lebih expert lagi dan sudah di latih sedemikian rupa, sehingga dari sini ada gap, antara "Pemahaman ku dan Pemahaman si yang Survei internal kita".
Kemudian lagi, di tingkat selanjutnya, ketika kita bener2 perang, maksudnya bener2 Akreditasi oleh Surveilans Kemenkes, bisa jadi, rekomendasi dari yang mensurvei kita berbeda dengan yang mensurvei kita sebelumnya, padahal bisa jadi sama sama sudah di latih sedemikian rupa juga. Atau bahkan kadang, berbeda orang beda Pemahaman, bisa jadi Kami Puskesmas A menggunakan konsep dari Pelatihan dari Suku Dinas di survei dengan Ibu A banyak yg lolos dan dapat nilai A, lalu Puskesmas B dengan konsep yang sama dan dinilai oleh ibu B bisa salah lagi atau beda lagi nilai nya.

Kadang ada sebuah ungkapan, "Akreditasi tergantung Surveilans nya, Surveilans nya enak atau engga? Kalo dapat yg sepemikiran bisa jadi nilai nya banyak yang bagus"

Bahkan saya pribadi yang namanya pelatihan instrumen akreditasi ini entah sudah berapa kali saking sering nya, tapi bisa jadi ketika saya mendampingi 3 Puskesmas Kelurahan dengan surveilans yang berbeda meskipun konsep kita sama bisa jadi juga beda beda nilai nya karena beda beda pemahamannya si Surveilans (ini baru yang bagian saya doang sih,yang Pemeliharaan, engga tau kalo di bagian lain seperti UKM dan UKP, jadi mohon maaf atas keterbatasan saya)

Lalu, jeng jeng jeng, Apa kaitannya hal tersebut diatas dengan Praktek secara komprehensif saya dalam menjalankan agama??????

Ini yang terjadi jaman sekarang, ketika umat Islam terbelah, menjadi beberapa Pemahaman/ kasar nya aliran. Karena ya itu tadi, bisa jadi kita sama sama punya Sumber yang sama yaitu "Al Qur'an dan Hadits/Sunnah Nabi" , tapi semua orang memiliki pemahaman yang berbeda beda dalam menafsirkan ilmu dari Al Qur'an dan Sunnah/Hadist nabi tersebut, makin ada generasi,makin memiliki pemahaman lagi, hingga terus menerus terus menerus dan saya di "Jaman Now" ini entah sudah melewati berapa jaman dan kita lihat sekarang makin banyak perbedaan.

Lalu balik lagi.....
Sama seperti Akreditasi, bisa jadi akhirnya kita memilih belajar dengan Puskesmas yang Paripurna, yang paling banyak benar nya karena sudah terbukti lolos dan dapat nilai Sempurna. Bisa jadi mereka juga yang sudah Paripurna memang Di bimbing langsung oleh "Si pembuat Instrumen Akreditasi dalam hal ini contohnya di bimbing oleh Penyusun Permenkes 75" sehingga makin mantap lah mereka karena ibaratnya Pemahamannya langsung dibimbing oleh yang Pakar asli nya.

Begitu juga dengan Islam dan Adab2 nya (kesatuan antara Ilmu dan Praktek yang dilakukan secara keseluruhan dan komprehensif ini) , kita pun harus contoh dong, orang orang yang di jamin Masuk Surga yaitu Rosullulloh dan Para Sahabat dan ilmu ilmu itu sesuai dengan Pemahaman Rosullulloh, Para Sahabat dan orang orang Soleh Jaman dahulu yang memang sudah di jamin Alloh masuk surga. Jika kita ngikutin sesuai Pemahaman mereka orang orang yang dijamin masuk surga tersebut, bukankah insyaAlloh kita juga mendapat nilai Bagus dan Paripurna disisi Alloh?? 

Karena gimana ya, sekarang itu Alhamdulillah mudah banget mendapatkan ilmu di sosial media, tapi sering nya, mereka mengatakan ilmu ilmu tersebut sesuai pemahaman mereka aja, sesuai hawa nafsu, makanya banyak yang beda beda. Bahkan ada ustad yang mohon maaf bisa jadi beliau asal ambil ilmu dari sana dari sini nanti sudah berani mengatakan di hadapan publik dan akhirnya ternyata Qodarulloh salah ilmu nya.

Kalo Akreditasi aja kita ga boleh asal ambil ilmu, lebih baik Konsul ke pakar nya, apalagi ini ilmu dunia akhirat atau agama kita?? Ya ga sih? :D aduh mohon maaf

Intinya aku rasa,aku pikir. Menjalankan kehidupan sesuai Alquran , As Sunnah, dan sesuai Pemahaman Para Salafussolih itu lebih aman. Ga kurang ga lebih. 

Begitulah yang menjadi ke "MIND-BLOWING" an aku, hanya dari sebuah Akreditasi dan bismillah semoga bisa dimudahkan Alloh belajar lagi belajar lagi menjadi lebih baik. Aamiin..

Mohon maaf, Wallohu A'lam.. Alhamdulillah..


Wassalamu'alaikum..

Tuesday, September 25, 2018

Part 4

Assalamualaikum,

Bismillah..
Balik lagi dengan tulisan kisah kelanjutan Hadisatul Ifki..

Ini link audio nya;
https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-muhammad-nuzul-dzikri-haaditsatul-ifki-saat-ibunda-kita-difitnah-part-04

Ini Hadist kelanjutannya;
Hingga ketika aku berangsur pulih dari sakit aku keluar bersama Ummu Misthoh menuju tempat kami biasa membuang hajat, kami tidak keluar kesana kecuali di malam hari, itu terjadi sebelum kami mengambil tabir dekat dengan rumah kami, kebiasaan kami saat itu yaitu kebiasaan orang-orang Arab dahulu (arab tradisional) bila berada diluar rumah atau di lapangan terbuka. Maka kami, aku dan Ummu Misthoh binti Abi Ruhum berjalan lalu dia tergelincir karena kainnya seraya dia mengumpat: “Celakalah Misthoh”. Aku katakan: “Sungguh buruk apa yang kamu ucapkan tadi. Apakah kamu mencela seorang yang pernah ikut perang Badar?” Dia berkata: “Wahai baginda putri, apakah Baginda belum mendenar apa yang mereka perbincangkan?” Lalu dia mengebarkan kepadaku tentang berita bohong (tuduhan keji). Kejadian ini semakin menambah sakitku diatas sakit yang sudah aku rasakan.
**********

Dalam setiap kajian, sesi tanya jawab itu penting,dan merupakan satu kesatuan dari kajian itu sendiri. Bahkan Hadist yg di riwayat kan Umar bin Khattab yaitu Tanya jawab/ dialog antara Malaikat terbaik Jibril dan Rosullulloh, yaitu hadist tentang Iman, Islam, Ihsan, hari kiamat dan tanda tandanya. Dan karena tanya jawab tersebut banyak orang dapat hidayah, banyak orang tahu tentang Islam,iman,Ihsan,dan tanda tanda kiamat (hadist arbain ke 2)

Bisa jadi kita ga punya pertanyaan saat kajian,tapi bisa jadi pertanyaan orang lain atau temen kita yang bisa mengubah hidup kita, pertanyaan tersebut yang kita cari selama ini

Ada pengalaman dari ustad Nuzul,yaitu ustad dipanggil manajemen kampus pada saat pelajaran berlangsung namun setelah selesai dipanggil manajemen masih ada 10 menit pelajaran tapi ustad akhirnya pergi ke perpustakaan karena merasa tinggal 10 menit doang. Kemudian ternyata ketemu dengan Syeikh / Gurunya ustad, "kamu kemana tadi ya Muhammad?? (Ust Nuzul di panggil nya Muhammad waktu kuliah)
Dan kata ustad, saya tadi di panggil pihak manajemen kampus dan cuma sisa 10 menit jadi saya putuskan untuk ke perpus saja, apakah tadi pelajaran sudah selesai di 10 menit itu ya Syeikh?
Syeikh nya bilang, " tadi aku 5 menit sebelum selesai pelajaran sudah selesai materi, tapi tahukah kamu, bisa jadi 5 menit terakhir ini yang menentukan hidup kamu, bisa jadi 5 menit terakhir ini yg menentukan surga dan neraka mu"
Ibrohnya, kita gatau kapan ilmu itu sangat berkah dan bermanfaat. Karena kalo hanya konten ilmu, semua ilmu banyak, di google pun banyak. Tapi yg kita perlukan adalah keberkahan. Menuntut ilmu yg terbaik adalah datang ke kajian. Wa man salaka thoriqon yaltamisu fihi Ilman Sahalallahu lahu thoriqon Ilal Jannah.

Jika kepada orang lain, kita harus memberikan uzur, positif thinking dan ga boleh berburuk sangka (jika teman kita ga bisa ikut full karena mungkin rumahnya jauh,lapar, dan ada uzur ga bisa ikut kajian ). Namun kalo bisa untuk diri sendiri, kita harus idealis dan sebisa mungkin usahakan ikut full kajian dan tanya jawab.
********

Mengingat part 3 kemarin, Sikap nabi berbeda, namun tidak ada su'uzon dalam diri Aisyah.

Lanjut, "Sampai kepada fisik ku sudah mulai kuat, aku pergi keluar malam hari bersama Ummu Misthoh ( ibu nya Misthoh). Kami berniat untuk buang air. Dan pada saat itu jaman dulu, kalo buang air wanita malam hari dan itu pergi ke tempat jauh. Jauh dari pemukiman"

Hadist ini menerangkan bahwa Bolehnya wanita pergi keluar rumah jika ada Hajat dan Keperluan, selagi itu aman. Meskipun saat itu sangat gelap, tapi aman. Jadi di perbolehkan kalo jaman sekarang boleh keluar malam mungkin untuk kajian selagi itu safety. Jadi dalilnya Aisyah dan Ummu Misthoh

Aisyah cerdas, karena waktu itu (kejadian buang hajat habis perang,lalu nyari kalung yg hilang,ketinggalan rombongan) malam malam dan akhirnya ditemukan Sofyan, maka disini dikemudian Aisyah mengajak Ummu Misthoh pergi keluar karena tidak mau kesalahan terulang kembali. Sehingga muslim yang cerdas adalah yang tidak jatuh ke lubang yang sama dan belajar dari pengalaman sebelumnya. Sehingga perlunya belajar belajar dan belajar.

Siapakah Ummu Misthoh? Sepupu nya Abu Bakar Ash Shidiq. Sehingga Ummu Misthoh adalah Tante nya Aisyah. Ummu Misthoh masih keluarga besar Aisyah.

Aisyah melanjutkan, ketika kami sudah selesai melaksanakan hajat kami, Lalu Ummu Misthoh tergelincir/jatuh dan keceplosan mengatakan "Celakalah Misthoh"
Aisyah pun kaget, "Apa yang kamu katakan Ummu Misthoh, apakah kamu sadar yang kamu katakan adalah ga bagus, dan apakah kamu mencela Seseorang yang ikut Perang Badar?"
Jadi Ummu Misthoh ini mengatakan hal demikian karena ga sengaja, spontanitas, dan juga memang sudah takdir Alloh.

Dari sini kita tarik pelajaran, kita ga perlu kepo, karena Alloh yang tahu yg terbaik untuk kita. Jika itu yang terbaik,Alloh sendiri yang akan mengungkapkan hal itu kepada kita. Akan kebuka sendiri. Detik itu Alloh menginginkan Aisyah tahu. Dan timing malam tersebut lah waktu terbaik Aisyah tahu. Alloh lah Maha pengatur terbaik. Al Baqarah:216 ,, Alloh yang maha tahu, dan kita ga tahu. Salah satu tanda Alloh menginginkan kebaikan untuk kita, kita dihindarkan Alloh dari sesuatu yg ga bermanfaat (ga perlu kepo kepo)

Namun detik tersebut Aisyah masih tidak tahu yang terjadi, yang dia tahu hanya seorang Ibu (Ummu Misthoh) sedang mencela, berbicara hal ga baik terhadap anaknya (Misthoh). Dan itu ga bagus sebagai orang muslim. Karena Nabi bukanlah orang yang suka mencela,melaknat,berkata hal buruk. Sehingga hal tersebut yang di pegang oleh para sahabat dan isteri istri nabi. Untuk tidak mencela dan berkata buruk terhadap orang lain.

Kita harus membangun adab. Sebagaimana Aisyah, tidak mencela tidak mencaci maki. Dan harus berakhlak mulia. Rosullulloh saja tidak pernah mencaci maki Abu Jahl, Abu Lahab. Dan kita harus ilmiah dengan data. Dan dibalut dengan akhlak yang baik.

Aisyah membela Misthoh. "Apakah kamu mencela seorang yang ikut pernah Badar?"
 Aisyah tahu hadist nabi,"Barang siapa yang membela kehormatan seorang muslim sedangkan saudaranya (yang di jelek kan) ga ada di tempat, Alloh pastikan Alloh akan membebaskan dirinya dari api Neraka."
Wajib bagi Alloh untuk menghindarkan dia dari siksa api neraka (jika kita membela kehormatan seorang muslim)

Sampai celaan itu datang dari ibu ke anaknya (Ummu Misthoh ke Misthoh) tapi Aisyah tetap membela Misthoh. Bahkan kata Aisyah, "Misthoh itu Muhajirin, diantara yang pertama kali masuk Islam, apakah kamu mencela seorang sahabat Rosullulloh?"Lanjut kata Aisyah," Alloh memberi garansi kepada orang yang ikut perang badar, Misthoh ini ikut perang badar, kata Alloh , dan berbuat lah sesuka kalian karena sesungguhnya Alloh sudah mengampuni kalian (kepada orang yang ikut perang badar)"

Disini Aisyah membela Misthoh dan menyebutkan keutamaan keutamaan Misthoh (dia Muhajirin,sahabat Rosullulloh,dan ikut perang badar)

Begitulah seharusnya sikap kita ketika ada saudara kita di jelek jelekan/di cela. Kita harus membela dan menyebut kebaikan dan keutamaannya. 

Kata Ummu Misthoh, "kamu ga tahu ya apa yang sudah mereka katakan tentang kamu?"
Aisyah,"memang nya apa?"
Ummu Misthoh, " ya alloh,kamu bener bener ga ngerti apa apa ya?", Dan akhirnya Ummu Misthoh menceritakan berita dusta/fitnah yang terjadi. Dalam riwayat lain, "anak ku Misthoh dengan Fulan,Fulan,Fulan (Ummu Misthoh hanya menyebut nama anaknya dan Fulan Fulan) itu berkumpul di rumahnya Abdullah bin salul, mereka menceritakan kamu dan Sofyan bin Muatthol.

Dan akhirnya Aisyah makin sakit....

"Demi Alloh aku tidak mencela anak ku bukan karena aku benci dengan anak ku, tapi karena engkau Aisyah, dia telah mencela mu dan sudah keterlaluan, aku membela mu Aisyah" Ummu Misthoh

Disini Ummu Misthoh bener2 cinta Aisyah karena Alloh. Seperti hal nya, kata Umar di hadapan Nabi, "ya Rosul, aku lebih mencintai Engkau dibanding keluarga ku,dan harta harta ku kecuali kepada diri ku sendiri" dan Rosullulloh pun berkata "Tidak, sampai kamu lebih mencintai aku di banding dirimu sendiri"
Dan akhirnya pun Umar berkata, "Baik, engkau aku cintai melebihi diriku sendiri"

Disini bahkan Ummu Misthoh lebih mencintai Aisyah (istri nabi) dibanding anaknya sendiri.

Padahal Misthoh ini kaum Muhajirin, ikut hijrah bersama Rosullulloh di bawah sinar terik matahari, dan selalu ikut perang,dan berjihad bareng Rosul.
Makanya disini, Abu Bakar ga habis pikir kenapa Misthoh bisa ngomongin Aisyah, langsung di samperin tuh Misthoh,, "kenapa kamu ngomongin Aisyah?, Hasan dari kalangan Anshor, jadi aku kasih uzur karena mungkin ga kenal, adapun Himna mungkin hanya seorang wanita jadi wajar deh kalo ikut makan gosip/fitnah, Abdullah Ibnu Salul kan jelas dia munafik, sedangkan kamu kan kaum Muhajirin, ponakan ku, dan kamu kan sama aku, kenal, dan bahkan sepeninggal ayah mu meninggal kan kamu ikut aku? Bersama ku dari kecil. (disini ibaratnya Misthoh udah kaya anak sendiri di sekolahin dan di asuh dari kecil, kalo Bilal bin Robbah aja di merdeka kan apalagi ini Misthoh ponakan sendiri). Apa alasan kamu seperti itu ke Aisyah?? Kalo musuh begitu kan wajar, tapi kamu kan masih keluarga ku??" 

Dan Misthoh ini kan miskin, kalo di Mekkah pada jaman itu miskin bisa habis, sedangkan disini Abu Bakar pasang badan, selalu melindungi. Kita tahu kisah Sahabat yang miskin di jaman Mekkah bisa habis oleh orang mekkah , seperti Bilal bin Robbah,Amar bisa di habisi, Yasir meninggal, Sumayyah Syahidah"

Dan disini di saat Abu Bakar butuh support, malah Misthoh ikut ikutan berita dusta. Dan akhirnya pun Abu Bakar bersumpah ga mau ngasih bantuan lagi ke Misthoh.

Jadi bisa kita ambil pelajaran, kalo Misthoh yang banyak prestasi nya saja bisa tergelincir apalagi kita. Dan hijrahnya kita jaman sekarang ini bisa jadi mudah karena mayoritas muslim dan mau denger ngaji pun mudah ga seperti jaman dulu yang sulit (tahun 80an 90an yang hijab sulit, mau ngaji mungkin ustadnya Minggu ini bisa Minggu depan bisa Mis/ga bisa datang)
Jadi hati hati. Kalo Misthoh saja bisa tergelincir, bagaimana kita. Maka waspada terhadap telinga kita. 

Dan si Misthoh ini datang ke tempat Abdullah Ibnu Salul. Seringkali kita Percaya diri, datang ke tempat yang bisa jadi fitnah/dusta. Apalagi kalo pembicara nya retorika nya bagus, retorika bisa menyihir . Jangan duduk sama mereka hingga mereka ganti topik. Pelajarilah dari Misthoh.

  1. Kita harus memfilter. Apapun yg kita dengar. 
  2. Kalo Misthoh bisa tergelincir, atau seperti Kaab bisa tergelincir, jika teman kita tergelincir maka kita harus menolong saudara kita, bukan di cibir/cela/jatuhkan. Ini bukanlah hal aneh jika ada orang lain salah.termasuk jika ada ustad yg keliru harus kita tolong, kita beri masukan yg baik, bukan di cela. Hijrah itu bukan mencetak malaikat dan bidadari. Dan hijrah itu membuat kita taat kepada Alloh dan jika salah kita harus tau bagaimana bersikap. Setiap keturunan nabi Adam pasti ada kesalahan. (Ali Imron:134) surga itu disiapkan Alloh untuk orang bertakwa, Orang bertakwa itu kata Alloh, yang suka memberi infak tidak mikir kondisi (lapang sempit),Menahan amarah, Senang memaafkan orang lain, dan apabila ia melakukan Fahisyah (dosa dosa besar) atau menzolimi diri mereka sendiri ,maka ia ingat kepada Alloh dan beristighfar kepada Alloh

Aisyah syok. Dan sakitnya bertambah parah. Dan segera pulang ke rumah. Dan setelah tiba di rumah,datanglah Rosullulloh ke rumah dalam keadaan Aisyah sudah tahu apa yang terjadi dan sedih.......
Apa yang terjadi? To be continued..... Di part selanjutnya :)


Q&A
  1. Hadist Ibnu Abbas, ketika Ibnu Abbas solat bersama nabi, Rosullulloh pernah menggeser Ibnu Abbas ke kiri, atau jika ada orang yang mau lewat ke tempat solat kita, maka cegahlah seperti mau perang, bukan membunuh tapi mencegah seperti mau perang. (Pertanyaan tentang kalo ada gerakan diluar solat, karena ga kedengaran ini pertanyaan nya :'(   )
  2. Disini bagaimana menyikapi fakta yang di jadikan gosip? Contoh saat kesalahan kita di masa lalu di gosipkan
---------->Jawabannya jangan mengungkapkan kesalahan seseorang. Jangan cari cari kesalahan orang lain/umat Islam baik personal maupun komunitas maka apabila kita memberi tahu kesalahan orang lain maka Alloh akan menyingkap kesalahan kita bahkan di tempat yang paling privasi sekalipun . Alloh akan membongkar aib kita, skandal kita bahkan di tempat yang kita ga tahu. Ini hal yang perlu kita cam kan. Dan apabila kita yg jadi korbannya, kita bisa belajar dari Aisyah. Dan jika memang kita korbannya, maka kita instrospeksi diri. Saat kita melakukan dosa maka pasti ada efek samping. Di akhirat maupun di dunia. Dan Alloh ga akan ngasih musibah karena setiap musibah pasti dari diri sendiri. Ada orang yang sengaja ga mau tahu, ga cari ilmu agar tidak tahu, kata Alloh, barang siapa yang berpaling dari ayat Alloh ,maka gaada uzur gaada maaf. Dan apabila memang kita bener2 ga tahu,maka side effect di dunia pasti ada. Misalkan ada suami yg memukul istri dengan dalil yg ada di Alquran, "jika istri mu durhaka,maka boikot lah di tempat tidur, dan pukullah" maka suami tersebut semangat memukul istri nya padahal kata Rosullulloh pukullah dengan sesuatu yg tidak menyakitkan, yaitu kayu siwak. Ga boleh sampai menyakiti. Maka akhirnya ada side effect. Setiap maksiat pasti ada side effect. Dan side effect ga harus langsung. Bisa jadi 13 tahun yang akan datang. Atau bahkan setelah kita hijrah. Jadi sebelum nyalahin orang lebih baik pikirin diri sendiri dulu. Jangan hobi mencari kambing hitam, mencari kesalahan orang lain. Jadi lihat akar masalah ,yaitu dosa kita. Dan jika memang kita pure di uji dengan berita dusta tersebut, maka positif thinking Alloh ingin mentransfer dosa kita ke orang yang ngomongin kita. Dan ga perlu kita mengklarifikasi karena setiap gosip biasanya satu Minggu juga sudah kelar. Tapi kalo kita klarifikasi, kita bilang kita ga begitu kok,kita aslinya baik kok maka yang ada malah jadi ga selesai selesai yang harusnya sudah selesai. Dan kita intinya ga perlu mensucikan diri kita ke orang lain. Yang penting Istighfar aja udah.
Dan evaluasi. Salah satu ulama di masjid Nabawi, bilang, pernah suatu ketika ada orang yang membuka aibnya, dan ulama tersebut hanya bilang, "Alhamdulillah, Segala puji hanya bagi Alloh ,sehingga aib aib ku yang banyak ini cuma tersingkap sedikit saja"
Ilmu selalu membuat kita menjadi tawadhu,menjadi rendah hati. Bukan menjadi orang yang sombong.
Imam Ahmad pernah bilang, semakin berilmu semakin merendah. Dan selalu merasa banyak dosa. Jadi kalo yg dikatakan cuma 1,2 dosa ya ga masalah karena sejatinya penuntut ilmu sejati ya selalu merasa banyak dosa, jadi ga masalah.

Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah......

Itu aja tulisan hari ini.. Alhamdulillah.. semoga Istiqomah, walaupun cuma begini tapi setidaknya nanti pas lagi tumbang dan inget, oiya aku pernah nulis seperti ini. Jadi inget lagi. Inget lagi. Belajar lagi. Untuk diri sendiri.

Wassalamu'alaikum

Monday, September 24, 2018

Part 3

Bismillah..

Alhamdulillah. Allohumma solli ala sayyidina Muhammad wa a'la a'li Muhammad..

Lanjut part 3

Ini link audio nya;
https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-muhammad-nuzul-dzikri-haaditsatul-ifki-saat-ibunda-kita-difitnah-part-03
******
Kami tiba di Madinah dan aku menderita sakit selama satu bulan sementara orang-orang mulai terpengaruh dengan berita bohong (tuduhan) ini dan mereka membiarkan aku dalam kondisi sakit apalagi aku tidak melihat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kelembutan yang biasa aku dapatkan jika aku sakit.Beliau hanya menjenguk aku lalu memberi salam lalu bertanya tentang keadaanku hanya dengan memberi isyarat sedang aku tidak menyadari sedikitpun apa yang sedang terjadi.
******

1 bulan lamanya ibunda kita jatuh sakit, saat itu juga isu tentang bunda kita di goreng dan di gembor gemborkan.

("Istri nabi kalian, tidur sama laki laki lain") isu tersebut di katakan ke semua orang, akhirnya banyak orang percaya, banyak yang goncang, dan bahkan sahabat sahabat nabi juga hampir percaya dari bawah alam sadarnya. Isu ini sangat bahaya. Hati hati dengan isu. Isu ini luar biasa 

Jaman dulu padahal belum ada sosmed, fb,dll tapi bisa percaya. Hasan bin tabib bisa percaya. Setiap hari kita denger isu. Setiap hari denger isu. Kita harus mengakui bahwa kita ini lemah. Lemah dengan apa yang kita dengar. Dan lemah dengan apa yang kita lihat. Oleh karena itu jangan pernah lupa ada 3 organ yg sering di sebut dalam Al Qur'an, yaitu Hati, Mata , Telinga. 

Makanya ada sebuah teori, Kebohongan yg di sampaikan secara masif,maka akan menjadi seperti sebuah kebenaran.

Sesungguhnya retorika itu bisa menyihir, berita bisa menyihir. Sedangkan isu yg disampaikan Abdullah Ibnu Salul itu menyangkut iman yg tidak bisa diterima dengan akal sehat,bagaimana mungkin istri Nabi berzina.

Hati hati dengan isu, jangan ikuti isu. Jangan cuma isu tentang politik,ekonomi dan bahkan isu tentang keluarga. Jangan diikuti. Jangan diikuti. Jangan ikut ikutan. Nanti bisa terfitnah. Seperti di surat Al-Maidah ayat 41, Barang siapa yang Alloh ingin berikan fitnah,maka engkau Muhammad tidak bisa memberi hidayah, dan mereka (yg Alloh ingin fitnah), Alloh tidak ingin mensucikan mereka. Karena hati mereka hasad,penuh dengan kebencian. Karena mereka hobi mendengar berita berita dusta, berita berita hoax. Di dunia sosmed ataupun dunia nyata. Maka tinggal nunggu saja, orang yang suka hobi dan ngikutin isu , mereka adalah orang-orang yg tidak akan Alloh sucikan hatinya . Ini adalah perkataan pemilik hati kita. Jadi jangan mengikuti isu. Ini penting.

Hobinya mendengarkan berita berita hoax. yang Alloh bilang, sebatas mendengar,sebatas ngikutin. Sami'unil Khazib. Mereka di dunia akan hina. Dan di akhirat akan pedih. Bakalan kena tuh. Padahal belum ke arah menyebar kan.

Kalo yang baru denger aja bakalan terfitnah, apalagi menyebarkan. Bakalan hancur. Akan susah ikhlas.

Bagaimana kalo ga sengaja denger? Jawabannya ada di surat an nur ayat 12; Kalo saja kalo kalian mendengar hal tersebut (Aisyah berzina), coba balikan ke diri kalian, jika kalian ada di posisi Aisyah, maka kalian akan berbaik sangka.

Jadi bukan baik sangka ke saudara kalian, tapi ke diri kalian. Karena bagaimana pun kita semua Islam satu tubuh. Kita berpikir, "Gimana kalo aku ada di posisi mereka ya?" Jadi pada akhirnya kita berpikir, " oh iya bener, aku ga bakalan begitu, jadi itu pasti salah beritanya". Khusnuzon. Baik sangka. Maka orang orang yang beriman,pasti akan baik sangka pada diri sendiri, dan baik sangka ke orang lain. Ini adalah orang beriman. Selalu positif.

Lanjutan, kata Aisyah; Aisyah ga merasa sama sekali kalo sedang di bicarakan di kota Madinah. Tapi ada yang mengganjal, "Aku tidak merasakan kelembutan dari Rosullulloh Saw seperti biasanya,khususnya ketika aku sakit"
"Nabi masuk, nabi datangi diriku lalu nabi kasih salam, lalu bertanya,bagaimana keadaan mu?" Disitu aku merasa ada yg janggal, tapi gaada pikiran buruk.

Kenapa Janggal? Karena biasanya Nabi Muhammad ada di level yg atas, biasanya Nabi selalu memanggil Aisyah dengan Aisyh panggilan sayang Rosul, atau Humaira, pipi yang kemerah merahan. 
Biasanya Nabi selalu ngobrol panjang dengan Aisyah (kalo lagi normal), nabi sering jalan bareng, Nabi sering keluar malam sambil ngobrol. Tapi disini saat Aisyah sakit, cuma tanya, "gimana keadaan mu?" Maka Aisyah rada mengganjal.
Nabi Muhammad dalam riwayat Muslim, sering mencium Aisyah. Tapi disini saat Aisyah sakit engga dicium.
Dalam hadist nasa'i, Nabi sangat perhatian. Sofhia istri Nabi ketinggalan unta nya karena unta nya lelet, dan Sofhia nangis, dan akhirnya Nabi Muhammad datang dan menyeka air mata Sofhia. Jadi MasyaAlloh Nabi sangat perhatian banget terhadap istrinya.
Dan Aisyah saat Sakit, di diemin, ga di elus, hanya dari Jauh, "gimana keadaan mu", sudah itu doang.
Nabi Muhammad bersabda, "Sebaik baik Manusia adalah yg paling baik terhadap istrinya,dan aku adalah yg terbaik terhadap istriku" Jadi ya memang the best banget Muhammad. Sehingga ketika cuma ditanya, "gimana keadaan mu?" Itu sudah janggal. Itu sudah aneh dan berbeda. Karena biasanya Nabi memang ada di level yg lebih tinggi. Lebih keren lagi.

70% kasus perceraian adalah istri yg gugat, salah satunya karena  KDRT yg dilakukan suami. Bahkan mereka juga udah banyak yg ngaji dan Deket dengan ustad. Tapi masih belum bisa ngikutin nabi ketika berperilaku dengan istrinya, masih banyak yg kasar dan tidak baik.

Kata Aisyah ini sangat ganjal ketika Nabi seperti itu,tapi aku gaada perasaan buruk sedikit pun. Gaada su'uzon. Aku ga pernah punya pikiran buruk sedikit pun, mungkin janggal sih,tapi mungkin karena capek atau ada urusan lain. Tapi Aisyah ga kepo dan ga cari tahu. Saat itu saat Aisyah sakit, bener2 ga tau apa apa. Dan lebih memilih khusnuzon, meskipun baru 13 tahun umur nya, lebih memilih bertaqarrub,dan mendekatkan diri kepada Alloh. Aisyah lebih memilih Ihfazillah yahfadzka, "Jagalah Alloh maka Alloh akan menjaga kita". 

Bahkan kata para ulama kontemporer, ga boleh ngoprek ngoprek hape suami/istri nya. Karena pondasi pernikahan adalah Trust/Kepercayaan. Jadi karena sudah yakin dengan hak Alloh maka InsyaAlloh Alloh akan menjaga hak kita.

Maka dari itu, jika saja Aisyah mungkin kepo, bisa saja Aisyah menjadi tahu tentang hal tersebut tentang berita fitnah tersebut dan akan menyakitkan Aisyah. Tapi Aisyah ga kepo. Dan tidak sok sok cari perhatian meskipun sakit. Lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Terkadang Alloh sengaja menutup sesuatu utk kita, tapi itu yang terbaik buat kita. Terkadang yang terbaik kalo kita ga tahu. Jika ternyata memang ada sesuatu,biarkan Alloh saja yg membongkar.

Orang orang yang mengikuti Sunnah secara teori dan praktek, secara komprehensif, maka setiap dia bicara dan bersikap maka akan hikmah hikmah hikmah, bijaksana bijaksana bijaksana. Seperti Aisyah ini. Jangan kebanyakan mikir/galau sehingga lupa zikir. Karena yg bikin tenang itu adalah Zikir. (Ar raad ayat 23). Lebih baik minta perlindungan dan minta hidayah kepada Alloh.

Oleh karena itu kita harus tiru Aisyah. Meskipun ada kejanggalan tapi tidak berburuk sangka. Berhari hari, berhari hari hingga nanti Aisyah mengerti apa hakikat yg terjadi. Yang akan di jelaskan di episode berikutnya....... (To be continued :).... )


Q&A
  1. Selalu berdoa agar dijaga Alloh, doa pagi dan petang,jangan sampai ketinggalan. Allohumma afini fi badani, fi sam'i, fi Bashori. Kita baca dengan hati. InsyaAlloh akan ada perubahan yg signifikan. Kita juga harus memilih teman, harus dijaga, seseorang itu di atas agama sahabatnya. Kita harus punya sensor, karena ga semua harus kita dengarkan (seperti isu-isu). Makanya para ulama kita tidak mau jika ada pemikiran pemikiran yg menyimpang dan tidak ada maslahat yg jelas. Kita harus jaga, ga semua kita baca, kita hanya mendengar hal hal yg membuat kita takut kepada Alloh. Yg buruk buruk jangan dibaca. Al-An'am :68 maka jika ada Ayat yg dipermainkan,maka berpalinglah dari sana. Karena jika terus kita dengar, kita akan membenarkan hal tersebut.
  2. Bagaimana jika ada isu tentang politik yg ada di sosmed? Jika kita baru berhijrah dan bertobat, maka sibukan dengan ilmu, pastikan kita aman dengan pertanyaan akhirat,siapa Robb kita, Rosul kita, Agama kita. Maka kita harus memikirkan diri kita sendiri dulu, siapkan bekal dan ilmu. Perbanyak ilmu yang fardhu ain. Sehingga hindari yg politik politik,dan belum tentu yg kita jelekan lebih baik dari kita.
  3. Kembali pada hadits, "salah satu tanda kebaikan agama seseorang adalah seseorang itu meninggalkan hal yg ga bermanfaat untuk dia,yg bisa merusak agama nya". Dan salah satu tanda Alloh mencampakkan seseorang dan Alloh ga kasih hidayah adalah Alloh membuat dia sibuk dengan yg tidak bermanfaat, yang tenggelam dengan fitnah (Al-Maidah 40-41). Dan ini bisa menghabiskan waktu. Dan cek lagi,manfaat atau engga. Lebih baik sibukkan ilmu, tafsir surat Al Fatihah, sibukkan dengan hal basic. Semua orang orang besar kuat di Basic. 
  4. Fitnah secara etimologi adalah Ujian. Secara terminologi bisa bermakna Ujian,semua ujian bisa dinamakan Fitnah (Al ankabut:2, yuftanun dari kata Fitnah, kata kerja pasif dari fitnah, Apakah seseorang dibiarkan begitu saja tapi tidak di fitnah/di uji?) . Sabda nabi dalam hadist muslim,kalian tahu ga hibah? Kamu ngomongin sesuatu tentang saudara kalian tapi saudara kalian ga suka, bagaimana jika benar apa yg kita katakan? Maka itu ghibah. Jika tidak benar, itu adalah Fitnah/Hoax.
  5. Aisyah dikatakan wanita yg beriman,ga ngerti apa apa,dan menjaga kehormatan, wanita baik baik. Atthoyibah . 
  6. Kita dilarang, yaitu Janganlah kalian berada di tempat tempat yg bisa kena fitnah. Contoh , ketika kita ingin buang air kecil jam 10 malam,kita ada di deket  pom dan di club' malam,ya jangan kita masuk ke club' malam meskipun itu hanya numpang buang air kecil. Nanti kalo dilihat orang ya bisa timbul fitnah. Pilihlah di pom bensin misalnya .
  7. Memutlakkan sesuatu itu bisa bikin masalah diantara kita. Makanya harus di lihat dulu, di rinci dulu. Jangan di generalisir. Dalam fikih itu penting. 


Jadi catatan penting yang dapat kita ambil;
- Kita ga boleh ngikutin isu karena kita lemah, lebih baik kita sibukkan dengan hal yg manfaat dan mencari ilmu atau yg penting utk diri kita sendiri
- Rosullulloh adalah keren banget terhadap istrinya, Rosul biasanya perhatian dan sayang banget sama istri, namun di kisah ini Rosul ada yang berbeda karena memang ada kejadian Hadistul Ifki ini sedangkan Aisyah masih tidak tahu tentang berita ini, namun hanya dengan seperti itu Aisyah sudah merasa ada yg berbeda 
- Aisyah ga kepo kepada Rosullulloh, dan tetap khusnuzon, tetap bertaqarrub kepada Alloh, dan selalu menjaga Hak Alloh. Ihfazillah yahfadzka


Alhamdulillah.. itu saja catatan nya.. Aaaaaa... MasyaAlloh.. Kagum banget sama Rosullulloh yang kalo lagi normal selalu perhatian sama istri, yg suka mencium,suka ngobrol,suka jalan jalan, suka memanggil istri dengan nama panggilan yang baik, dan pas ngebayangin adegan menyeka air mata Sofia yg ketinggalan Onta juga MasyaAlloh banget :D Semoga aku di karuniai Alloh suami yg seperti Rosullulloh, yg sayang dan perhatian juga aamiin ya Alloh :)

Dan Alhamdulillah, jaman dulu saat era suka main fesbuk,paling suka karena ga sadar ikut ikutan orang yang lain, suka ikut ngejelekin pemimpin, suka ikut mencela orang yang salah yg viral, pokoknya apa apa share apa apa share. Astaghfirullah.. Alhamdulillah InsyaAlloh sudah tobat. Di fesbuk sudah ku hapus post post yang pernah ku share dan 90% tentang isu isu yang berkembang dan yaudah buat apa gitu?? Giliran sekarang malah kaya ngerasa Astaghfirullah kenapa masih banyak yang belum aku tahu, rasanya bodoh banget dan bismillah mau mulai belajar lagi InsyaAlloh.. Makasih ya Alloh . Bahkan meskipun ini mendekati pemilu. Dan aku sadar, semua di sekeliling ku di tempat kerja banyak yg ngomongin isu isu politik. Apa apa isu .Di grup keluarga whatsapp masalah isu. Di kantor apa dikit isu. Di saat itu aku cuma bisa diem aja. Diem aja. Kalo bisa menghindar aku menghindar ke ruang lain. Kalo di tanyain aku selalu bilang ga tau .ga nonton beritanya Bu. Ya emang bener aku TV nya udah lama rusak jadi gatau apa apa. Alhamdulillah. Dan ya gitu dah pokoknya. Makanya bismillah perihal menghindari diri dari fitnah maupun isu bener2 musti di praktekan banget jaman sekarang. Ga cuma fesbuk sih. Bahkan di YouTube yg lagi trending trending, rata rata juga isu fitnah .dan explore Instagram kalo yg qodarulloh masih ada aja juga hal viral viral yg isinya fitnah dan isu. Ini musti banget dihindari. Bismillah.
Aisyah ga kepo juga ke suami, dan ini MasyaAlloh banget. Bener2 percaya banget. Percaya sama Alloh dan suami. Bismillah ya, semoga aku bisa begitu suatu saat aamiin.. :)

Itu saja untuk part 3. Alhamdulillah..

Wassalamu'alaikum..

Saturday, September 22, 2018

Part 2

Bismillahirrahmanirrahim

Lanjut untuk part 2 dari hadistul ifki catatan saya kemarin;
Maka binasalah siapa yang binasa. Dan orang yang berperan menyebarkan tuduhan adalah ‘Abdullah bin Ubay bin Salul. Kami tiba di Madinah dan aku menderita sakit selama satu bulan sementara orang-orang mulai terpengaruh dengan berita bohong (tuduhan) ini dan mereka membiarkan aku dalam kondisi sakit apalagi aku tidak melihat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kelembutan yang biasa aku dapatkan jika aku sakit.Beliau hanya menjenguk aku lalu memberi salam lalu bertanya tentang keadaanku hanya dengan memberi isyarat sedang aku tidak menyadari sedikitpun apa yang sedang terjadi.

https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-muhammad-nuzul-dzikri-haaditsatul-ifki-saat-ibunda-kita-difitnah-part-02


Kita memohon ilmu yg bermanfaat, bukan cuma teori dan retorika, tapi ilmu yg manfaat yg kita amalkan sehari hari. Dan kita berlindung kepada Alloh dari ilmu yg tidak bermanfaat

Imam Syafi'i pernah berkata; inti dari ilmu itu bukan apa yang kita hapal, tapi yang bermanfaat bagi kita, yang kita amalkan dan bermanfaat di amal barzah dan utk hari kiamat nanti.

Ketika beliau tertinggal lalu tertidur, lalu di temukan oleh Sofyan bin Al Muatthol, lalu Aisyah naik ke unta dan di tuntun unta nya oleh Sofyan,singkat cerita mereka sampai ke tempat transit selanjutan, disitulah ada seorang yg berjalan, melihat mereka dari kejauhan, ada unta yg di tuntun dan ada wanita diatas nya yaitu Aisyah

Aisyah berkata, mulai dari detik itu,celaka lah orang yg celaka, dan orang yg pertama kali memfitnah adalah Abdullah bin Ubay ibn. Salul (otak dari fitnahan ini,yg menghembuskan cerita ini)

Abdullah bin Ubay sudah mulai menghembuskan opini buruk tentang Aisyah, bahkan di tempat transit pun Rosullulloh sudah mendengar. Kemudian setelah sampai ke tempat transit selanjutnya Aisyah jatuh sakit selama 1 bulan. Dan pada bulan itu lah fitnah tentang diriku di gembor gemborkan tapi Aisyah masih tidak tahu jika dirinya di fitnah.

Siapakah Abdullah bin Ubay bin Salul? Dia adalah orang no.1 orang yg munafik. Jadi awalnya Abdullah bin Ubay ini sebelum Rosullulloh ke Madinah, adalah orang yg besar di Madinah dari suku Khojroz, dan dia di gadang gadang akan memimpin kota Madinah. Dia kandidat terkuat pemimpin berikutnya di kota Madinah sebelum Rosullulloh datang. Tiba tiba Rosullulloh hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. Sehingga buyarlah impian Abdullah bin Ubay ibn Salul menjadi pemimpin kota Madinah. Dari situ Abdullah bin Ubay hasad kepada Rosullulloh. Akar dari Kemunafikan adalah HASAD ( iri dengki). 
Bahkan kita tahu, sejarah saat hijrahnya Rosullulloh,semua orang suka sama Rosullulloh,siap mendukung,siap memberi rumah/kavling untuk Rosullulloh. 

Lalu, Abdullah Ibnu Ubay ini ya kalah suara, dan berpikir bagaimana caranya merusak citra Rosullulloh, dan akhirnya dengan cara, Abdullah Ibnu Ubay masuk ke dalam Shaf nya Rosullulloh, lalu mengobrak abrik dari dalam. Sebagaimana impian nya hancur menjadi pemimpin kota Madinah.

Inti dari semua ini adalah HASAD. Inti dari Kemunafikan adalah HASAD.

Ga ada 1 jasad pun bersih dari hasad. Ini adalah penyakit mayoritas manusia. Saking mayoritasnya kayanya gaada tuh manusia yg bersih dari hasad. Maka orang yg mulia adalah yg bisa mengubur sifat itu. Dia lawan. Maka orang yg tercela adalah yg menunjukkan sikap tersebut, dengan celaan cacian, fitnahan.

Hasan Basri pernah ditanya, "apakah seorang  bisa terhindar dari hasad?"
Jawaban Hasan Al Basri; "Anda udah lupa ya cerita tentang saudara saudara Nabi Yusuf??"
Ya pastilah,kalo anak anak nabi saja bisa Hasad,apalagi kita.
Jangan bermimpi bersih dari hasad, tapi harus anda kubur hal tersebut, jangan di ungkapkan.
Kemaksiatan akar nya dari Hasad. Inti hasad, menghilangkan nikmat Alloh yang dimiliki orang lain. Contoh lain seperti Iblis yg hasad kepada manusia. Begitupun kisah Qabil Habil, sehingga terjadi pertumpahan darah pertama.

Sehingga, akar dari Hadistul ifki ini adalah HASAD. 

Al Baqarah:109 , Orang Yahudi hasad kepada Rosullulloh, kata mereka kenapa Nabi keturunan Arab?..

Sehingga jangan pernah bermimpi kita bisa bebas dari hasad, bisa kita yg hasad, maupun kita di hasad-in. 

Aku tidak pernah melihat orang yang zalim dan korban nya sama dengan pelaku nya,ini adalah HASAD. Karena sebelum dia serang orang lain, dia sendiri sudah menampar dirinya sendiri.
  1. Terserang galau yg ga putus/menderita
  2. Sudah sakit hati,ga dapat pahala
  3. Kehinaan dan celaan tanpa dapat pujian (sikapnya kampungan,hinaan)
  4. Sakhotirrobb (di murkai Alloh) karena sejatinya yg dia komplain adalah Alloh SWT, dia gugat yg memberi takdir. Dia merasa lebih pintar, merasa Alloh ga bijak memberi takdir. Apakah dia hasad kepada Manusia karena karunia manusia yg berikan Alloh?? . Sehingga sebenarnya yg dia serang Alloh. Jika hasad yg dia serang Alloh. Jikalau Alloh di serang,ya habis lah dia. Sehingga mendapatkan murka Alloh
  5. Orang hasad ga dapat Taufik dari Alloh. Susah hijrah. Susah Istiqomah. (2:109)--> banyak ahli kitab yg menginginkan orang muslim murtad karena Hasad. Mereka hasad karena setelah dijelaskan kebenaran secara gamblang di depan mereka. (Penjelasan abu lail)

Abdullah bin Ubay ngajinya malam Kamis di masjid Nabawi. Ngajinya sama Nabi Muhammad Saw. (Dalam hadist Bukhori ngajinya hari malam Kamis).
1 rombongan sama Nabi . Ngaji,solat sama Nabi. Tapi ga dapat hidayah. Karena Hasad. Jika kita punya hasad. Maka Taufik bisa di cabut sama Alloh. Memfitnah Aisyah secara langsung dan memfitnah Nabi Muhammad secara tidak langsung.

Dustanya; Aisyah dan Sofyan dibilang nya sama sama suka. Berzina. Bahkan Abdullah bin Ubay, mengumpulkan orang Madinah untuk ngomongin berita dusta. 
"Istri nabi kalian,tidur semalaman dan pagi pagi jalan berduaan tuh" (fitnahan dari Abdullah)

Padahal Abdullah bin Ubay ini chasing nya penampilan nya ya Sunnah. Ngaji nya juga sama Rosullulloh.

Dalam riwayat Aisyah sangat berkelas, ia hanya bilang, "aktor intelektual nya Abdullah bin Ubay". Aisyah tidak mencaci maki, tidak mencela. 

Bahayanya hasad; bisa menjadi dusta,fitnah. Bisa menjadi membunuh. Bisa membunuh karakter orang lain juga.

Lanjutan kisahnya;
Aisyah sakit selama 1 bulan. Sehingga ga ngerti apa yg terjadi di luar sana.

Alloh sengaja memberi Aisyah sakit untuk mengurangi penderitaan Aisyah. Karena bisa saja jika Aisyah sehat,bisa saja Aisyah tahu jika sedang di fitnah. Dan bisa tertekan. Karena pada saat itu,sedang rame banget orang orang ngomongin Aisyah.

(2:216) bisa saja yg kamu bilang buruk itu ternyata baik buat kalian. Atau yg baik bagi kalian ternyata buruk bagi kalian. Kita ga tahu. Dan Alloh lah yg maha Tahu.

Seringnya kita sok tahu, dan selalu menyalahkan keadaan. Padahal kita ga tahu. Maka kita harus khusnuzon.

Jika di jaman nabi Aisyah saja bisa di serang dengan isu-isu. Apalagi jaman sekarang. Hati hati dengan isu. Jangan gegabah menelan isu. Kita ga boleh mudah memakan isu. Apalagi ke orang orang yg sedang mencoba bertakwa kepada Alloh,isu isu kepada orang yg mendekat pada Alloh

Buya Hamka bilang, Semua orang besar di uji, dengan hinaan celaan. Rosullulloh di cela. Bahkan Alloh di cela. Jadi hati hati dan bijak, jangan mudah mencela dan memakan isu.

Padahal Sofyan itu ga pernah PDKT dengan wanita, ga pernah menyentuh wanita yg haram. Dan Sofyan itu suka solat 2 rokaat saat perang. Orang seperti itu saja bisa di serang. Apalagi kita?? 

Bahkan Misthoh saja juga ikut dalam majelis fitnah tsb.

Aisyah adalah anak Abu Bakar as Shiddiq,lalu 9-13 tahun ini di didik oleh Rosullulloh, itu pun bisa di serang. Lagipula mau mencari laki-laki yg seperti apa lagi, karena gaada yg lebih tampan,lebih perkasa dari Rosullulloh. Jadi gosip ini sungguh ga masuk akal .

Kemudian Zainab binti Jahsy, "waktu kejadian aku mau tanya, kamu ngapain aja sih di perjalanan,ngobrolin apa aja? Karena kan itu rentan fitnah"
Aisyah berkata ; selama di perjalanan, aku mengucapkan Hasbiyalloh wa ni'mal wakiil.

Ga semua isu itu kita dengar. Bahkan penyair saja yg biasanya memuji Nabi, ini juga ikut menyerang Aisyah. Saking,Telinga kita lemah. 

Annur: 15 Kalian anggap isu-isu itu hal yang remeh, padahal parah. 
Sebagian orang di Madinah ga percaya dengan isu tersebut, tapi tetap saja menyebar kan gosip tersebut karena menganggap hal itu sepele. Jangan sampai pahala puasa, solat,kajian kita hilang karena ikut fitnah,ikut dengerin fitnah, dan ikut ngegosip orang.

Pastikan ilmu kita benar, Apa kata Alloh,Apa kata Rosullulloh, valid, menurut pemahaman yang benar, di amalkan, dan nanti kita akan ditanya tentang ilmu kita.

Kota Madinah saat itu adalah kota nya orang Soleh, ahli tahajud, ahli solat puasa, saling mencintai karena Alloh saja bisa menggosipkan, apalagi kita??


  1. Jangan hasad/iri
  2. Jangan suka ikut ikutan mencela,memfitnah,ngegosip
  3. Sembunyikan nikmat karena setiap nikmat pasti ada penghasad nya (dalam hal ini utk mencegah hasad orang lain) adapun jika menceritakan nikmat jika memang itu sudah terjadi dan itupun ga ke semua orang
  4. Jauhi banyak prasangka buruk, buat apa sih anda su'uzon kemungkinan 2 ,kalo bener anda ga dapet pahala, kalo ga bener anda dosa, jadi jauhi prasangka
  5. Yang menuduh harus pakai bukti jika ada propaganda,kalo tidak dia akan kalah di sisi manusia dan di sisi Alloh. Karena agama Islam adalah agama ilmiah. Harus ada data. Dan itu valid atau tidak? Jadi hukum asalnya Khusnuzon, Al Khujurot ayat 12. Sucikanlah diri kalian.
  6. Hasad yang di perbolehkan ada, yaitu ingin memiliki nikmat orang lain tanpa membuat orang lain tersebut kehilangan nikmat tersebut dan ini yg positif ke arah akhirat. Contohnya pengen kaya orang lain yg sering naik haji, ingin seperti itu juga dan senang jika orang tersebut juga naik haji.
Alhamdulillah, Wallahu A'lam. Mohon maaf jika catatan nya kurang dan masih salah. Semoga bermanfaat..

Part 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah,
wassholatu wassalamu'ala Rosulillah amma ba'du

Ada sebuah kisah, Hadistul Ifki, berita dusta dan fitnah yg menimpa ibunda kita, Ummul mukminin, Aisyah ra . Sepertinya jika orang yang seumuran sama kaya aku,pasti InsyaAlloh sudah tau ya kisah ini. Hadist ini. Bahkan Alloh sendiri yg menurunkan ayat dalam Al-Qur'an langsung untuk membersihkan nama baik Aisyah yang ada di surat an-Nur. Mungkin kalo kita baca kisah/hadist nya, 3 menit juga selesai. Tapi, masyaAlloh. Banyak sekali Ibroh, pelajaran,yang bisa kita ambil. Bahkan korelasi nya dengan kehidupan kita saat ini, khususnya saya pribadi, sebagai wanita,bisa mempelajari bagaimana  Aisyah bersikap dalam menghadapi masalah. Dan jujur aja, dulu, pas aku mendengar kisah ini ya biasa aja gitu, tapi sekarang di umur 24 tahun ini, MasyaAlloh, aku sampe nangis... saking aku banyak masalah dan lagi lagi perlu belajar, dan salah satu yg bisa kita teladani adalah Aisyah Ra dalam menghadapi masalah.

Oiya, Ust Nuzul Dzikri di the Rabbanians Al Azhar juga ada rekaman kajian nya membahas hal ini, ada 9 part, Alhamdulillah. Bisa di cek di YouTube/SoundCloud Rabbanians.

Di part 1 ini yang mungkin aku tulis untuk murojaah diri ku sendiri adalah;

**************
‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata:
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berniat hendak mengadakan suatu perjalanan, Beliau mengundi diantara isteri-isteri Beliau. Bila nama seorang dari mereka keluar berarti dia ikut bepergian bersama Beliau. Pada suatu hari Beliau mengundi nama-nama kami untuk suatu peperangan yang Beliau lakukan, maka keluar namaku hingga aku turut serta bersama Beliau setelah turun ayat hijab, aku dibawa didalam sekedup dan ditempatkan didalamnya. Kami berangkat, hingga ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah selesai dari peperangan tersebut kami kembali pulangKetika hampir dekat dengan Madinah, Beliau mengumumkan untuk beristirahat malam. Maka aku keluar dari sekedup saat Beliau dan rambongan berhenti lalu aku berjalan hingga aku meninggalkan pasukan. Setelah aku selesai menunaikan keperluanku, aku kembali menuju rombongan namun aku meraba dadaku ternyata kalungku yang terbuat dari batu akik telah jatuh. Maka aku kembali untuk mencari kalungku. Kemudian orang-orang yang membawaku menuntun kembali unta yang aku tunggangi sedang mereka menduga aku sudah berada didalam sekedup.Memang masa itu para wanita berbadan ringan-ringan, tidak berat, dan mereka tidak memakan daging, yang mereka makan hanyalah sesuap makanan hingga orang-orang tidak dapat membedakan berat sekedup ketika diangkat apakah ada wanita didalamnya atau tidak. Saat itu aku adalah wanita yang masih muda. Maka mereka menggiring unta-unta dan berjalan. Dan aku baru mendapatkan kembali kalungku setelah pasukan sudah berlalu. Maka aku datangi tempat yang semula rombongan berhenti namun tidak ada seorangpun disana, lalu aku kembali ke tempatku saat tadi berhenti dengan harapan mereka merasa kehilangan aku lalu kembali ke tempatku. Ketika aku duduk, aku merasa sangat ngantuk hingga akhirnya aku tertidur. Adalah Sofwan bin Al Mu’aththol as-Sulamiy adz-Dzakwan datang dari belakang rombongan pasukan hingga dia menghampiri tempatku dan dia melihat ada tanda orang sedang tidur. Maka dia mendatangiku. Dahulu sebelum turun ayat hijab, dia pernah melihat aku. Aku terbangun dengan sangat kaget ketika dia menghentikan hewan tunggangannya dan merundukkannya hingga aku menaiki tunggangannya itu lalu dia menuntunnya hingga kami dapat menyusul rombongan setelah mereka singgah untuk melepas lelah ketika siang berada di puncaknya.
*********************

Jadi, intinya yg bisa aku dapatkan;
1. Rosulullah itu ternyata suka membawa istri untuk Rihlah, Bahkan perang. Jadi, misalkan suatu hari menikah,  ya, Bagus untuk di tiru,kalo Suami ada Kerja di luar kota, ya baiknya istri di ajak, agar lebih terjaga, maksudnya saya pribadi pernah mendengar teman teman saya yg kerja keluar kota, punya banyak kesempatan utk ikut ikutan pijit plus plus dan nauzubillah jangan sampai "jajan wanita". Jadi, bagus banget, kalo ngajak istri Rihlah / kerja jalan2 keluar negri keluar kota, agar lebih terjaga :)
2. Aisyah pergi mencari kalung yang hilang, hingga ternyata Qodarulloh udah ditinggal rombongan. Karena dikirain sudah naik ke sekedup (semacem kereta yg diangkat) padahal Aisyah mencari kalung yg hilang. Jadi filosofi nya; Kalung itu ya apa sih? Dunia. Ya, kalung kan ya cuma perhiasan, dunia. Udah di cari cari, ya dapet tuh kalung nya, tapi pas balik lagi ke tempat semula, hilang sudah rombongan, hilang suami nya di tempat yang tadi. Masalah datang. Ketinggalan rombongan. Jadi yaudah, mungkin bisa saja kalo Aisyah tetep Diam di sekedup, ga mencari Kalung tersebut, InsyaAlloh Aisyah tetap selamat, tetap bareng rombongan dan ga akan terjadi masalah,paling ya cuma kalung nya hilang. Intinya ya kita sebagai manusia harus mengambil pelajaran, bahwa akar masalah adalah "dunia"
3. Aisyah sangat cerdas. Walaupun ketinggalan rombongan, dia tetap menunggu di tempat semula sambil berharap nanti rombongan sadar kalo ga ada Aisyah dan menjemput Aisyah. Pelajaran nya, misalkan kita sedang di perjalanan dan ketinggalan rombongan,mendingan tetep nunggu di titik semula terakhir ketemu. Mungkin pas nanti kita Umroh/Safar, kan rame banget tuh Masjidil Haraam,Mekah dan sekitarnya, jika Qodarulloh kita nyasar dari rombongan,baiknya tetap nunggu di tempat terakhir ketemu. Tapi kata ustad Nuzul ini ga berlaku kalo lagi tawaf Haji, kalo pisah terus diam,yang ada nanti kita keinjek yang belakang :)
4. Tetap tenang seperti Aisyah. Bisa kita bayangkan, malam hari,jaman dulu, pasti gelap ,dan suasana mencekam karena kan habis perang dan ketinggalan rombongan. Aisyah tetap tenang. Karena, disini Aisyah sampai ketiduran saat menunggu rombongan. Kalo ga tenang ga mungkin kan bisa sampai ketiduran. Jadi, apa pun masalahnya, tetap tenang, dan khusnuzon ke Alloh,dalam hal ini Aisyah mengira  moga aja ada yang jemput nya


5. Disini, pas Sofyan bin Al muatthol as Sulamy (laki laki yg ga sengaja nemu Aisyah yg akhirnya nganterin Aisyah sampai ke Madinah dan akhirnya jadi fitnah), Bahkan Sofyan itu ga pernah ngomong apa apa sebelumnya ke Aisyah,Aisyah ga pernah denger suaranya sama sekali, dan saat Sofyan nemuin Aisyah yg ketiduran, dia bilang "Innalilahi wa innailaihi rojiun" dengan kencang hingga Aisyah terbangun. Karena Sofyan sadar, astaghfirullah kenapa bisa disini Aisyah, dan Astaghfirullah,mana mereka cuma berdua,bakalan timbul fitnah kalo diliat orang. Jadi ya sekali kali nya Aisyah denger suaranya Sofyan bin Al Muatthol tadi ya pas bilang "Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" tadi. Mereka bahkan saling diem diem an di perjalanan. Bener2 ga ngomong apa apa satu sama lain. Coba bayangin kalo di perjalanan mereka sambil senyum senyum mungkin,atau sambil ngobrol becanda mungkin, ya bakalan makin parah Fitnah nya. Ini Ibunda kita Aisyah diem aja udah kena fitnah, gimana kalo yg macem2. Astaghfirullah.... Jadi apa yg dilakukan Aisyah sangat beradab, cerdas. Aisyah tetap diam. Aisyah diam.

https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-nuzul-dzikri-saat-aisyah-difitnah-part-1

Itu saja catatan saya hari ini. Terimakasih. "Sesungguhnya barangsiapa yg beriman kepada Alloh dan hari akhir hendaknya bicara baik atau diam." Saya minta maaf sebelumnya kalo ternyata banyak salah. Karena kebodohan saya jika dalam memilih kata kata utk diri saya sendiri masih salah. Astaghfirullah..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh


Friday, September 21, 2018

Bismillah... Welcome :)

Bismillahirrohmanirrohiim

Alhamdulillah..
Wassholatu wassalamu a'la rosulillah amma ba'ad

Assalamualaikum semuaaaa..
Saya mencoba memulai menulis disini, setidaknya untuk diri saya sendiri , Untuk muroja'ah ilmu atau pengetahuan, atau sekedar sharing Pengalaman yang moga aja bisa mengingatkan saya di kemudian hari, jika itu adalah Pengalaman tentang Kesalahan , maka agar Kesalahan tersebut tidak terulang kembali.

Maka perkenankan saya untuk menulis Salah satu Quotes Favorit saya, yaitu yang di ambil dari Al-Quran Surat Yusuf ayat 18; Fashob'run Jamil, Wallahul Musta'an yang artinya ; Bersabarlah dengan Kesabaran yang Indah, dan Hanya Kepada Alloh saja, kita Memohon Pertolongan

Fashob'run Jamil,,,,, Wallohul Musta'an...

Dan bahkan Quotes tersebutlah juga yang menguatkan Ibunda Kita,, Ammirul Mukminin, Aisyah Ra saat di fitnah oleh kaum munafik, Beliau tetap sabar dan hanya berharap pertolongan Alloh Jalla wa Alla. MasyaAlloh... Demikian saya, orang yang paling bermasalah, orang yang banyak dosa dan sangat mudah berbuat dosa, yang hidup di jaman Fitnah,,, ketika ada masalah, "Wallahul Musta'an, Wallahul Musta'an, Wallahul Musta'an".. Sabar, Sabar, Sabar..

Oke,, sekian dulu Muqoddimah dari Blog ini.. Barakallahu fiik..

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.. :)