Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah,
wassholatu wassalamu'ala Rosulillah amma ba'du
Alhamdulillah,
wassholatu wassalamu'ala Rosulillah amma ba'du
Ada sebuah kisah, Hadistul Ifki, berita dusta dan fitnah yg menimpa ibunda kita, Ummul mukminin, Aisyah ra . Sepertinya jika orang yang seumuran sama kaya aku,pasti InsyaAlloh sudah tau ya kisah ini. Hadist ini. Bahkan Alloh sendiri yg menurunkan ayat dalam Al-Qur'an langsung untuk membersihkan nama baik Aisyah yang ada di surat an-Nur. Mungkin kalo kita baca kisah/hadist nya, 3 menit juga selesai. Tapi, masyaAlloh. Banyak sekali Ibroh, pelajaran,yang bisa kita ambil. Bahkan korelasi nya dengan kehidupan kita saat ini, khususnya saya pribadi, sebagai wanita,bisa mempelajari bagaimana Aisyah bersikap dalam menghadapi masalah. Dan jujur aja, dulu, pas aku mendengar kisah ini ya biasa aja gitu, tapi sekarang di umur 24 tahun ini, MasyaAlloh, aku sampe nangis... saking aku banyak masalah dan lagi lagi perlu belajar, dan salah satu yg bisa kita teladani adalah Aisyah Ra dalam menghadapi masalah.
Oiya, Ust Nuzul Dzikri di the Rabbanians Al Azhar juga ada rekaman kajian nya membahas hal ini, ada 9 part, Alhamdulillah. Bisa di cek di YouTube/SoundCloud Rabbanians.
Di part 1 ini yang mungkin aku tulis untuk murojaah diri ku sendiri adalah;
**************
‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata:
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berniat hendak mengadakan suatu perjalanan, Beliau mengundi diantara isteri-isteri Beliau. Bila nama seorang dari mereka keluar berarti dia ikut bepergian bersama Beliau. Pada suatu hari Beliau mengundi nama-nama kami untuk suatu peperangan yang Beliau lakukan, maka keluar namaku hingga aku turut serta bersama Beliau setelah turun ayat hijab, aku dibawa didalam sekedup dan ditempatkan didalamnya. Kami berangkat, hingga ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah selesai dari peperangan tersebut kami kembali pulang. Ketika hampir dekat dengan Madinah, Beliau mengumumkan untuk beristirahat malam. Maka aku keluar dari sekedup saat Beliau dan rambongan berhenti lalu aku berjalan hingga aku meninggalkan pasukan. Setelah aku selesai menunaikan keperluanku, aku kembali menuju rombongan namun aku meraba dadaku ternyata kalungku yang terbuat dari batu akik telah jatuh. Maka aku kembali untuk mencari kalungku. Kemudian orang-orang yang membawaku menuntun kembali unta yang aku tunggangi sedang mereka menduga aku sudah berada didalam sekedup.Memang masa itu para wanita berbadan ringan-ringan, tidak berat, dan mereka tidak memakan daging, yang mereka makan hanyalah sesuap makanan hingga orang-orang tidak dapat membedakan berat sekedup ketika diangkat apakah ada wanita didalamnya atau tidak. Saat itu aku adalah wanita yang masih muda. Maka mereka menggiring unta-unta dan berjalan. Dan aku baru mendapatkan kembali kalungku setelah pasukan sudah berlalu. Maka aku datangi tempat yang semula rombongan berhenti namun tidak ada seorangpun disana, lalu aku kembali ke tempatku saat tadi berhenti dengan harapan mereka merasa kehilangan aku lalu kembali ke tempatku. Ketika aku duduk, aku merasa sangat ngantuk hingga akhirnya aku tertidur. Adalah Sofwan bin Al Mu’aththol as-Sulamiy adz-Dzakwan datang dari belakang rombongan pasukan hingga dia menghampiri tempatku dan dia melihat ada tanda orang sedang tidur. Maka dia mendatangiku. Dahulu sebelum turun ayat hijab, dia pernah melihat aku. Aku terbangun dengan sangat kaget ketika dia menghentikan hewan tunggangannya dan merundukkannya hingga aku menaiki tunggangannya itu lalu dia menuntunnya hingga kami dapat menyusul rombongan setelah mereka singgah untuk melepas lelah ketika siang berada di puncaknya.
*********************
Jadi, intinya yg bisa aku dapatkan;
1. Rosulullah itu ternyata suka membawa istri untuk Rihlah, Bahkan perang. Jadi, misalkan suatu hari menikah, ya, Bagus untuk di tiru,kalo Suami ada Kerja di luar kota, ya baiknya istri di ajak, agar lebih terjaga, maksudnya saya pribadi pernah mendengar teman teman saya yg kerja keluar kota, punya banyak kesempatan utk ikut ikutan pijit plus plus dan nauzubillah jangan sampai "jajan wanita". Jadi, bagus banget, kalo ngajak istri Rihlah / kerja jalan2 keluar negri keluar kota, agar lebih terjaga :)
2. Aisyah pergi mencari kalung yang hilang, hingga ternyata Qodarulloh udah ditinggal rombongan. Karena dikirain sudah naik ke sekedup (semacem kereta yg diangkat) padahal Aisyah mencari kalung yg hilang. Jadi filosofi nya; Kalung itu ya apa sih? Dunia. Ya, kalung kan ya cuma perhiasan, dunia. Udah di cari cari, ya dapet tuh kalung nya, tapi pas balik lagi ke tempat semula, hilang sudah rombongan, hilang suami nya di tempat yang tadi. Masalah datang. Ketinggalan rombongan. Jadi yaudah, mungkin bisa saja kalo Aisyah tetep Diam di sekedup, ga mencari Kalung tersebut, InsyaAlloh Aisyah tetap selamat, tetap bareng rombongan dan ga akan terjadi masalah,paling ya cuma kalung nya hilang. Intinya ya kita sebagai manusia harus mengambil pelajaran, bahwa akar masalah adalah "dunia"
3. Aisyah sangat cerdas. Walaupun ketinggalan rombongan, dia tetap menunggu di tempat semula sambil berharap nanti rombongan sadar kalo ga ada Aisyah dan menjemput Aisyah. Pelajaran nya, misalkan kita sedang di perjalanan dan ketinggalan rombongan,mendingan tetep nunggu di titik semula terakhir ketemu. Mungkin pas nanti kita Umroh/Safar, kan rame banget tuh Masjidil Haraam,Mekah dan sekitarnya, jika Qodarulloh kita nyasar dari rombongan,baiknya tetap nunggu di tempat terakhir ketemu. Tapi kata ustad Nuzul ini ga berlaku kalo lagi tawaf Haji, kalo pisah terus diam,yang ada nanti kita keinjek yang belakang :)
4. Tetap tenang seperti Aisyah. Bisa kita bayangkan, malam hari,jaman dulu, pasti gelap ,dan suasana mencekam karena kan habis perang dan ketinggalan rombongan. Aisyah tetap tenang. Karena, disini Aisyah sampai ketiduran saat menunggu rombongan. Kalo ga tenang ga mungkin kan bisa sampai ketiduran. Jadi, apa pun masalahnya, tetap tenang, dan khusnuzon ke Alloh,dalam hal ini Aisyah mengira moga aja ada yang jemput nya
5. Disini, pas Sofyan bin Al muatthol as Sulamy (laki laki yg ga sengaja nemu Aisyah yg akhirnya nganterin Aisyah sampai ke Madinah dan akhirnya jadi fitnah), Bahkan Sofyan itu ga pernah ngomong apa apa sebelumnya ke Aisyah,Aisyah ga pernah denger suaranya sama sekali, dan saat Sofyan nemuin Aisyah yg ketiduran, dia bilang "Innalilahi wa innailaihi rojiun" dengan kencang hingga Aisyah terbangun. Karena Sofyan sadar, astaghfirullah kenapa bisa disini Aisyah, dan Astaghfirullah,mana mereka cuma berdua,bakalan timbul fitnah kalo diliat orang. Jadi ya sekali kali nya Aisyah denger suaranya Sofyan bin Al Muatthol tadi ya pas bilang "Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" tadi. Mereka bahkan saling diem diem an di perjalanan. Bener2 ga ngomong apa apa satu sama lain. Coba bayangin kalo di perjalanan mereka sambil senyum senyum mungkin,atau sambil ngobrol becanda mungkin, ya bakalan makin parah Fitnah nya. Ini Ibunda kita Aisyah diem aja udah kena fitnah, gimana kalo yg macem2. Astaghfirullah.... Jadi apa yg dilakukan Aisyah sangat beradab, cerdas. Aisyah tetap diam. Aisyah diam.
https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-nuzul-dzikri-saat-aisyah-difitnah-part-1
Itu saja catatan saya hari ini. Terimakasih. "Sesungguhnya barangsiapa yg beriman kepada Alloh dan hari akhir hendaknya bicara baik atau diam." Saya minta maaf sebelumnya kalo ternyata banyak salah. Karena kebodohan saya jika dalam memilih kata kata utk diri saya sendiri masih salah. Astaghfirullah..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh
5. Disini, pas Sofyan bin Al muatthol as Sulamy (laki laki yg ga sengaja nemu Aisyah yg akhirnya nganterin Aisyah sampai ke Madinah dan akhirnya jadi fitnah), Bahkan Sofyan itu ga pernah ngomong apa apa sebelumnya ke Aisyah,Aisyah ga pernah denger suaranya sama sekali, dan saat Sofyan nemuin Aisyah yg ketiduran, dia bilang "Innalilahi wa innailaihi rojiun" dengan kencang hingga Aisyah terbangun. Karena Sofyan sadar, astaghfirullah kenapa bisa disini Aisyah, dan Astaghfirullah,mana mereka cuma berdua,bakalan timbul fitnah kalo diliat orang. Jadi ya sekali kali nya Aisyah denger suaranya Sofyan bin Al Muatthol tadi ya pas bilang "Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" tadi. Mereka bahkan saling diem diem an di perjalanan. Bener2 ga ngomong apa apa satu sama lain. Coba bayangin kalo di perjalanan mereka sambil senyum senyum mungkin,atau sambil ngobrol becanda mungkin, ya bakalan makin parah Fitnah nya. Ini Ibunda kita Aisyah diem aja udah kena fitnah, gimana kalo yg macem2. Astaghfirullah.... Jadi apa yg dilakukan Aisyah sangat beradab, cerdas. Aisyah tetap diam. Aisyah diam.
https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-nuzul-dzikri-saat-aisyah-difitnah-part-1
Itu saja catatan saya hari ini. Terimakasih. "Sesungguhnya barangsiapa yg beriman kepada Alloh dan hari akhir hendaknya bicara baik atau diam." Saya minta maaf sebelumnya kalo ternyata banyak salah. Karena kebodohan saya jika dalam memilih kata kata utk diri saya sendiri masih salah. Astaghfirullah..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh
No comments:
Post a Comment