Saturday, September 22, 2018

Part 2

Bismillahirrahmanirrahim

Lanjut untuk part 2 dari hadistul ifki catatan saya kemarin;
Maka binasalah siapa yang binasa. Dan orang yang berperan menyebarkan tuduhan adalah ‘Abdullah bin Ubay bin Salul. Kami tiba di Madinah dan aku menderita sakit selama satu bulan sementara orang-orang mulai terpengaruh dengan berita bohong (tuduhan) ini dan mereka membiarkan aku dalam kondisi sakit apalagi aku tidak melihat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kelembutan yang biasa aku dapatkan jika aku sakit.Beliau hanya menjenguk aku lalu memberi salam lalu bertanya tentang keadaanku hanya dengan memberi isyarat sedang aku tidak menyadari sedikitpun apa yang sedang terjadi.

https://m.soundcloud.com/the-rabbaanians/ust-muhammad-nuzul-dzikri-haaditsatul-ifki-saat-ibunda-kita-difitnah-part-02


Kita memohon ilmu yg bermanfaat, bukan cuma teori dan retorika, tapi ilmu yg manfaat yg kita amalkan sehari hari. Dan kita berlindung kepada Alloh dari ilmu yg tidak bermanfaat

Imam Syafi'i pernah berkata; inti dari ilmu itu bukan apa yang kita hapal, tapi yang bermanfaat bagi kita, yang kita amalkan dan bermanfaat di amal barzah dan utk hari kiamat nanti.

Ketika beliau tertinggal lalu tertidur, lalu di temukan oleh Sofyan bin Al Muatthol, lalu Aisyah naik ke unta dan di tuntun unta nya oleh Sofyan,singkat cerita mereka sampai ke tempat transit selanjutan, disitulah ada seorang yg berjalan, melihat mereka dari kejauhan, ada unta yg di tuntun dan ada wanita diatas nya yaitu Aisyah

Aisyah berkata, mulai dari detik itu,celaka lah orang yg celaka, dan orang yg pertama kali memfitnah adalah Abdullah bin Ubay ibn. Salul (otak dari fitnahan ini,yg menghembuskan cerita ini)

Abdullah bin Ubay sudah mulai menghembuskan opini buruk tentang Aisyah, bahkan di tempat transit pun Rosullulloh sudah mendengar. Kemudian setelah sampai ke tempat transit selanjutnya Aisyah jatuh sakit selama 1 bulan. Dan pada bulan itu lah fitnah tentang diriku di gembor gemborkan tapi Aisyah masih tidak tahu jika dirinya di fitnah.

Siapakah Abdullah bin Ubay bin Salul? Dia adalah orang no.1 orang yg munafik. Jadi awalnya Abdullah bin Ubay ini sebelum Rosullulloh ke Madinah, adalah orang yg besar di Madinah dari suku Khojroz, dan dia di gadang gadang akan memimpin kota Madinah. Dia kandidat terkuat pemimpin berikutnya di kota Madinah sebelum Rosullulloh datang. Tiba tiba Rosullulloh hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. Sehingga buyarlah impian Abdullah bin Ubay ibn Salul menjadi pemimpin kota Madinah. Dari situ Abdullah bin Ubay hasad kepada Rosullulloh. Akar dari Kemunafikan adalah HASAD ( iri dengki). 
Bahkan kita tahu, sejarah saat hijrahnya Rosullulloh,semua orang suka sama Rosullulloh,siap mendukung,siap memberi rumah/kavling untuk Rosullulloh. 

Lalu, Abdullah Ibnu Ubay ini ya kalah suara, dan berpikir bagaimana caranya merusak citra Rosullulloh, dan akhirnya dengan cara, Abdullah Ibnu Ubay masuk ke dalam Shaf nya Rosullulloh, lalu mengobrak abrik dari dalam. Sebagaimana impian nya hancur menjadi pemimpin kota Madinah.

Inti dari semua ini adalah HASAD. Inti dari Kemunafikan adalah HASAD.

Ga ada 1 jasad pun bersih dari hasad. Ini adalah penyakit mayoritas manusia. Saking mayoritasnya kayanya gaada tuh manusia yg bersih dari hasad. Maka orang yg mulia adalah yg bisa mengubur sifat itu. Dia lawan. Maka orang yg tercela adalah yg menunjukkan sikap tersebut, dengan celaan cacian, fitnahan.

Hasan Basri pernah ditanya, "apakah seorang  bisa terhindar dari hasad?"
Jawaban Hasan Al Basri; "Anda udah lupa ya cerita tentang saudara saudara Nabi Yusuf??"
Ya pastilah,kalo anak anak nabi saja bisa Hasad,apalagi kita.
Jangan bermimpi bersih dari hasad, tapi harus anda kubur hal tersebut, jangan di ungkapkan.
Kemaksiatan akar nya dari Hasad. Inti hasad, menghilangkan nikmat Alloh yang dimiliki orang lain. Contoh lain seperti Iblis yg hasad kepada manusia. Begitupun kisah Qabil Habil, sehingga terjadi pertumpahan darah pertama.

Sehingga, akar dari Hadistul ifki ini adalah HASAD. 

Al Baqarah:109 , Orang Yahudi hasad kepada Rosullulloh, kata mereka kenapa Nabi keturunan Arab?..

Sehingga jangan pernah bermimpi kita bisa bebas dari hasad, bisa kita yg hasad, maupun kita di hasad-in. 

Aku tidak pernah melihat orang yang zalim dan korban nya sama dengan pelaku nya,ini adalah HASAD. Karena sebelum dia serang orang lain, dia sendiri sudah menampar dirinya sendiri.
  1. Terserang galau yg ga putus/menderita
  2. Sudah sakit hati,ga dapat pahala
  3. Kehinaan dan celaan tanpa dapat pujian (sikapnya kampungan,hinaan)
  4. Sakhotirrobb (di murkai Alloh) karena sejatinya yg dia komplain adalah Alloh SWT, dia gugat yg memberi takdir. Dia merasa lebih pintar, merasa Alloh ga bijak memberi takdir. Apakah dia hasad kepada Manusia karena karunia manusia yg berikan Alloh?? . Sehingga sebenarnya yg dia serang Alloh. Jika hasad yg dia serang Alloh. Jikalau Alloh di serang,ya habis lah dia. Sehingga mendapatkan murka Alloh
  5. Orang hasad ga dapat Taufik dari Alloh. Susah hijrah. Susah Istiqomah. (2:109)--> banyak ahli kitab yg menginginkan orang muslim murtad karena Hasad. Mereka hasad karena setelah dijelaskan kebenaran secara gamblang di depan mereka. (Penjelasan abu lail)

Abdullah bin Ubay ngajinya malam Kamis di masjid Nabawi. Ngajinya sama Nabi Muhammad Saw. (Dalam hadist Bukhori ngajinya hari malam Kamis).
1 rombongan sama Nabi . Ngaji,solat sama Nabi. Tapi ga dapat hidayah. Karena Hasad. Jika kita punya hasad. Maka Taufik bisa di cabut sama Alloh. Memfitnah Aisyah secara langsung dan memfitnah Nabi Muhammad secara tidak langsung.

Dustanya; Aisyah dan Sofyan dibilang nya sama sama suka. Berzina. Bahkan Abdullah bin Ubay, mengumpulkan orang Madinah untuk ngomongin berita dusta. 
"Istri nabi kalian,tidur semalaman dan pagi pagi jalan berduaan tuh" (fitnahan dari Abdullah)

Padahal Abdullah bin Ubay ini chasing nya penampilan nya ya Sunnah. Ngaji nya juga sama Rosullulloh.

Dalam riwayat Aisyah sangat berkelas, ia hanya bilang, "aktor intelektual nya Abdullah bin Ubay". Aisyah tidak mencaci maki, tidak mencela. 

Bahayanya hasad; bisa menjadi dusta,fitnah. Bisa menjadi membunuh. Bisa membunuh karakter orang lain juga.

Lanjutan kisahnya;
Aisyah sakit selama 1 bulan. Sehingga ga ngerti apa yg terjadi di luar sana.

Alloh sengaja memberi Aisyah sakit untuk mengurangi penderitaan Aisyah. Karena bisa saja jika Aisyah sehat,bisa saja Aisyah tahu jika sedang di fitnah. Dan bisa tertekan. Karena pada saat itu,sedang rame banget orang orang ngomongin Aisyah.

(2:216) bisa saja yg kamu bilang buruk itu ternyata baik buat kalian. Atau yg baik bagi kalian ternyata buruk bagi kalian. Kita ga tahu. Dan Alloh lah yg maha Tahu.

Seringnya kita sok tahu, dan selalu menyalahkan keadaan. Padahal kita ga tahu. Maka kita harus khusnuzon.

Jika di jaman nabi Aisyah saja bisa di serang dengan isu-isu. Apalagi jaman sekarang. Hati hati dengan isu. Jangan gegabah menelan isu. Kita ga boleh mudah memakan isu. Apalagi ke orang orang yg sedang mencoba bertakwa kepada Alloh,isu isu kepada orang yg mendekat pada Alloh

Buya Hamka bilang, Semua orang besar di uji, dengan hinaan celaan. Rosullulloh di cela. Bahkan Alloh di cela. Jadi hati hati dan bijak, jangan mudah mencela dan memakan isu.

Padahal Sofyan itu ga pernah PDKT dengan wanita, ga pernah menyentuh wanita yg haram. Dan Sofyan itu suka solat 2 rokaat saat perang. Orang seperti itu saja bisa di serang. Apalagi kita?? 

Bahkan Misthoh saja juga ikut dalam majelis fitnah tsb.

Aisyah adalah anak Abu Bakar as Shiddiq,lalu 9-13 tahun ini di didik oleh Rosullulloh, itu pun bisa di serang. Lagipula mau mencari laki-laki yg seperti apa lagi, karena gaada yg lebih tampan,lebih perkasa dari Rosullulloh. Jadi gosip ini sungguh ga masuk akal .

Kemudian Zainab binti Jahsy, "waktu kejadian aku mau tanya, kamu ngapain aja sih di perjalanan,ngobrolin apa aja? Karena kan itu rentan fitnah"
Aisyah berkata ; selama di perjalanan, aku mengucapkan Hasbiyalloh wa ni'mal wakiil.

Ga semua isu itu kita dengar. Bahkan penyair saja yg biasanya memuji Nabi, ini juga ikut menyerang Aisyah. Saking,Telinga kita lemah. 

Annur: 15 Kalian anggap isu-isu itu hal yang remeh, padahal parah. 
Sebagian orang di Madinah ga percaya dengan isu tersebut, tapi tetap saja menyebar kan gosip tersebut karena menganggap hal itu sepele. Jangan sampai pahala puasa, solat,kajian kita hilang karena ikut fitnah,ikut dengerin fitnah, dan ikut ngegosip orang.

Pastikan ilmu kita benar, Apa kata Alloh,Apa kata Rosullulloh, valid, menurut pemahaman yang benar, di amalkan, dan nanti kita akan ditanya tentang ilmu kita.

Kota Madinah saat itu adalah kota nya orang Soleh, ahli tahajud, ahli solat puasa, saling mencintai karena Alloh saja bisa menggosipkan, apalagi kita??


  1. Jangan hasad/iri
  2. Jangan suka ikut ikutan mencela,memfitnah,ngegosip
  3. Sembunyikan nikmat karena setiap nikmat pasti ada penghasad nya (dalam hal ini utk mencegah hasad orang lain) adapun jika menceritakan nikmat jika memang itu sudah terjadi dan itupun ga ke semua orang
  4. Jauhi banyak prasangka buruk, buat apa sih anda su'uzon kemungkinan 2 ,kalo bener anda ga dapet pahala, kalo ga bener anda dosa, jadi jauhi prasangka
  5. Yang menuduh harus pakai bukti jika ada propaganda,kalo tidak dia akan kalah di sisi manusia dan di sisi Alloh. Karena agama Islam adalah agama ilmiah. Harus ada data. Dan itu valid atau tidak? Jadi hukum asalnya Khusnuzon, Al Khujurot ayat 12. Sucikanlah diri kalian.
  6. Hasad yang di perbolehkan ada, yaitu ingin memiliki nikmat orang lain tanpa membuat orang lain tersebut kehilangan nikmat tersebut dan ini yg positif ke arah akhirat. Contohnya pengen kaya orang lain yg sering naik haji, ingin seperti itu juga dan senang jika orang tersebut juga naik haji.
Alhamdulillah, Wallahu A'lam. Mohon maaf jika catatan nya kurang dan masih salah. Semoga bermanfaat..

No comments:

Post a Comment