Monday, October 29, 2018

Part 6

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah wassholatu wassalamu'ala Rosulillah,

Akhirnyaaa setelah terseok seok, bisa ngelanjutin part 6 Hadistul Ifki :)

Ini link audio nya

Dan ini catatan aku dalam pertemuan kajian ini :)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil ‘Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid ketika wahyu belum juga turun untuk mengajak keduanya bermusyawarah perihal rencana menceraikan isteri-isteri Beliau. Adapun Usamah, ia memberi isyarat kepadanya dengan apa yang diketahuinya secara persis karena kecintaannya kepada rumah tangga Rasulullah. Usamah berkata: “Keluarga Baginda wahai Rasulullah, demi Allah tidaklah kami mengenalnya melainkan kebaikan semata”. Sedangkan ‘Ali bin Abi Thalib berkata: “Wahai Rasulullah, Allah tidak akan menyusahkan Baginda sebab masih banyak wanita-wanita lain selain dia dan tanyakanlah kepada sahaya wanitanya yang dia akan membenarkan baginda”.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil Barirah lalu berkata: “Wahai Barirah, apakah kamu melihat pada diri Aisyah sesuatu yang meragukan kamu tentangnya?” Barirah menjawab: “Demi Dzat Yang mengutus Baginda dengan benar, sama sekali aku belum pernah melihat aib pada diri Aisyah yang bisa kugunakan untuk membongkar aibnya, kalaupun aku melihat sesuatu padanya tidak lebih dari sekedar perkara kecil, yang ketika dia masih sangat muda dia pernah ketiduran saat menjaga adonan rotinya, lantas ada hewan ternak datang dan memakan adonan tersebut“.
..............
( Muqaddimah part 6,
Review ilmu itu penting,Bukan banyak banyakan ilmu,tapi ngerti dan di resapi ilmu nya. 
Ummu Rumman kasih tips: Sederhana kan masalah. Puji dia, memuji orang. Pastikan dia ga sendirian, dia punya temen yg care sama dia. Angkat moril. Sampaikan kepada dia, bahwa masalah itu dialami banyak pihak, bukan cuma dia sendirian di dunia. Makanya kata Ummu Rumman,hal ini pasti di alami oleh semua orang yg di madu. Ummu Rumman ga mencari kambing hitam tapi mengajarkan Aisyah menjadi sosok yg wise dan bijaksana. Karena seringkali kita di curhatin sama orang tapi kita ga ngerti gimana cara bersikap, bagaimana cara menghadapi teman kita yg kena masalah.

Rosul bersabda; Amalan yg Alloh paling cintai adalah yg Istiqomah meskipun sedikit. Dan pahala itu tergantung tingkat kesulitan seorang hamba, jika kita menuntut ilmu semakin sulit/macet, maka semoga semakin berkah. Toh, perjuangan kita menuntut ilmu juga gaada apa apanya di banding ulama jaman dahulu yg hingga lintas benua demi menuntut ilmu..)


Aisyah menangis, dan sampai pagi menangis. Hingga tangisannya di dengar oleh Abu Bakar Assidiq ayahnya Aisyah, saat itu Abu Bakar sedang membaca Al Qur'an. Kemudian Abu Bakar bertanya kepada Ummu Rumman, "kenapa Aisyah menangis?" Dan Ummu Rumman menjawab, "Aisyah baru tahu masalah yg terjadi (tentang gosip fitnah Aisyah Zina)". Mendengar hal tsb, Abu Bakar menangis. Dan ini menyadarkan kita bagaimana orang tua sakit ketika kita sakit. Terpukul ketika kita terpukul. Meskipun kadang kita gasadar orangtua kita menangis. Dan seringnya kita durhaka lagi,durhaka lagi.  Ini Abu Bakar loh yg nangis,Ayah, jadi kalo udah anak, maka Ayah yg bak singa di luar,bisa jadi menangis saat anaknya tersakiti. Hingga Abu Bakar bersumpah; "Aku bersumpah, demi Alloh,Kamu akan balik lagi ke rumah Rosullulloh Muhammad Saw, ayah akan perjuangkan kamu, InsyaAlloh badai ini pasti berlalu, kamu akan rukun lagi dengan Muhammad saw". Sehingga ini penting nya birrul walidain. Bisa jadi orangtua kita mendoakan kita di sujud sujud mereka. Padahal Aisyah juga gatau kalo Ayahnya mendengar tangisan Aisyah.

Keesokan harinya,nabi Muhammad Saw mengundang Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid . Tentang kemungkinan akankah Muhammad akan menceraikan atau bersatu. Jadi Nabi Konsul dan ngajak diskusi. Ini pelajaran bagi kita semua, kalo sekelas Nabi Muhammad Saw bisa musyawarah dalam masalah rumah tangga,masa kita bisa memutuskan sendiri? Banyak dari kita yg udah married, bikin keputusan sendiri, ngandelin diri sendiri. Ini ga tepat. Libatkan pihak lain. Dan harus di tekankan, misal kita suka sama seseorang ketika mau married, jangan putuskan sendiri, tapi libatkan orangtua,ustadz, yg helikopter view dari atas,yg objektif. Karena kalo kita udah suka, maka kita ga bisa berpikir objektif. Jadi dari sinilah, kenapa Islam ga mendukung pacaran, karena kalo udah suka,udah pacaran maka ga bakal objektif. Cinta itu bikin buta. Jadi libatkan orang lain, yaitu salah satunya orangtua, karena orangtua lebih pengalaman dalam berumah tangga. 

Ketika Wahyu belum turun turun, maka Nabi libatkan orang lain. "Ali Imron: 159. Dan bermusyawarahlah dengan mereka". Dalam tafsir At Tohari, ini luar biasa karena Alloh memperintahkan Nabi untuk bermusyawarah,padahal Nabi Muhammad Saw adalah yg paling berilmu,paling bijak disuruh Musyawarah dengan para sahabat yg notabene tidak lebih pandai dari beliau,tidak lebih bertakwa dari beliau,tidak lebih alim, bijak,cerdas dari beliau. Tapi kenapa? Karena Rosullulloh Muhammad Saw mencari berkah dari Musyawarah. Kenapa? Karena jaman sekarang, ketika orang yg berkeluarga memutuskan keputusan sendiri dan tidak bermusyawarah maka ga berkah dan banyak kasus perceraian yg tidak di Konsul kan ke Ahli ilmu malah bercerai padahal sebenarnya bisa di selamatkan. Sedangkan mereka hanya merasa pintar, bisa memutuskan, dan gaada yg bisa diselamatkan ya akhirnya mereka putus bercerai dan divorce rumah tangga mereka.

Sedangkan disini Nabi Muhammad Saw mengajar kan kita bermusyawarah. Ini penting. Rosul bersabda; lihatlah bagaimana suami mu melihat mu,karena suami mu adalah surga dan neraka mu. Istri yg terbaik adalah yg paling menyenangkan dilihat suaminya. Dan Rosullulloh Saw paling ngerti urusan rumah tangga. Jadi jangan merasa bisa sendiri. Terutama calon pemimpin/suami karena biasanya suami itu ga mau cerita dan paling tertutup masalah rumah tangga. 
Karena pemimpin tidak mau terlihat gagal saat memimpin. Makanya kenapa kalo ada masalah rumah tangga dan masalahnya ada di suami maka susah banget untuk ngajak suami bicara ke ahli ilmu. Beda jika istri yg punya masalah maka masih mau share. Karena pemimpin ga mau dipermalukan. Tapi Nabi Muhammad Saw tidak. Ini pelajaran hidup. Jangan putuskan sendiri masalah keluarga. Kenapa, karena kalo divorce maka anak bisa hancur, cucu hancur, keluarga hancur, hubungan mertua hancur. Maka ga enak dan ga baik. Karena Semua nikmat akan ditanya oleh Alloh. Termasuk keluarga,, keluarga adalah kenikmatan dan nanti akan ditanya juga,kenapa anda putuskan bercerai tanpa berjuang atau bermusyawarah sebelumnya?? Kalo Nabi aja bisa disuruh Musyawarah, kenapa kita ga mau?? Padahal kita ga berilmu kecuali sedikit. 

Jangan main ego. Kita belum belajar fikih pernikahan,manajemen konflik dalam berkeluarga. 

Karena musyawarah itu berkah. Ali Imron : 159. Dan solusi bisa terjadi, dari semua pemikiran yg hadir dalam bermusyawarah. 

Dan yg menarik, yg dipanggil nabi Muhammad Saw untuk bermusyawarah adalah Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid. Bukan Umar bin Khattab atau Usman bin Affan. 
Dan Ali bin Thalib,Usamah bin Zaid itu anak muda. Mereka berdua pada saat itu dibawah 30 tahun. Bahkan Usamah bin Zaid disinyalir pada saat itu berusia 13 tahun. Apa penyebabnya??

Al hafidz Ibnu Hajar mengatakan;
  1. Ali dan Usamah tumbuh bersama Rosullulloh. Ali dan Usamah dididik oleh Beliau. Jadi udah mengerti Nabi. Ini masalah privasi. Dan salah satu yg paling tau pribadi Nabi adalah mereka berdua karena sudah pernah tinggal satu atap .
  2. Ini adalah masalah sensitif. anak muda itu otaknya masih fresh dan lebih berani ceplas-ceplos . Beda sama 'orang tua'. Apalagi kalo yang nanya Nabi, pasti yg generasi 'orang tua' lebih jaga perasaan,ga enak dan lebih banyak pertimbangan.sedangkan anak muda lebih ceplas-ceplos apa adanya dan Nabi membutuhkan jawaban yg apa adanya ceplas-ceplos aja pada saat itu. Dan ini pelajaran, kalo kita pengen curhat kita lihat dulu kepada siapa kita mau tanya/musyawarah. Jangan sama ke semua orang di share. Mudah share curhatan . Cari orang yg kita kira ngerti masalah kita. Bukan ke semua orang. Tapi lihat juga, mereka wise engga. Seperti Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid juga sangat matang, bijaksana. anak muda pengen nyari panggung,apa aja diikuti agar bisa eksis. Ada tren apa diikuti. Dan ini jangan. Makanya banyak anak muda yg ga dilibatkan dengan masalah keluarga, masalah hukum waris karena ya anak muda nya ga ngerti ilmu. Jadi cara eksis itu belajar, kajian, belajar agama,pelajari Al Qur'an dan Hadits nabi Muhammad Saw. Dan kenapa Ali bin Abi Thalib bisa eksis tanpa mencari eksistensi, padahal banyak sahabat nabi yg lain, dan Usamah juga anak muda yg dimintai saran oleh nabi? Karena matang. Mereka tumbuh di atmosfer Nabi dan tumbuh dgn Sunnah Nabi. Mereka yg dalam berpikir,( Barangsiapa yg berpegang teguh dengan Sunnah nabi, maka ucapan derap langkah dan sikapnya hikmah dan bijak.) Meskipun masih muda umur 21 tahun, tapi karena copy paste Nabi, yg diutus sudah kepala 4, maka ya cara berpikirnya matang seperti orang yg berkepala 4. Sikap attitude tingkah nabi yg sudah matang dalam semua sisi. Contoh beliau. Jangan hanya ikut tren yg ga penting, jika diikuti ya engga bijak bijak/matang matang. 
Kita ga bicara teori,tapi real. 


Dan Rosullulloh menceritakan masalah yg dialami ke Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid,kita lihat apa kata mereka. Dan mereka pun sudah tahu berita ini. Usamah bin Zaid mengarahkan masalah ini sesuai ilmu nya, bahwa Aisyah bersih. Aisyah roji' kata Usamah. Aisyah ga zina. Dan Usamah memastikan Aisyah sayang sekali dengan Nabi Muhammad Saw. Dan Usamah melanjutkan , Wahai Rasulullah,mereka adalah istri istri Engkau. Kata para Ulama,Usamah bilang kata ganti "mereka" untuk menjelaskan konsep bahwa seluruh istri mu, termasuk Aisyah bersih dan tidak berzina,, karena mereka adalah istri-istri Nabi. Dan istri sang Nabi ga mungkin punya rapot merah seperti itu karena suaminya Nabi. 
Yg buruk untuk yg buruk, laki laki yang buruk untuk wanita buruk, laki laki yang baik untuk wanita yang baik. Dan Usamah bin Zaid mengatakan itu padahal ayat An Nur : 26 belum turun,ayat ini turun di akhir cerita ini. Jadi Usamah ini bener bener keren pikiran nya.
Jadi Nabi pasti mencari/punya istri yg berkualitas. Kita yg bukan Nabi saja ingin punya pasangan yg berkualitas. Jadi ga mungkin istri Nabi buruk. 
Buya Hamka pernah bilang juga dari salah satu tafsir, bahwa Kata kata yg buruk akan keluar dari orang yang buruk (hati nya buruk)

Kata Ali bin Abi Thalib; "wahai Rasulullah, sesungguhnya wanita selain Aisyah itu banyak." Banyak pihak yg kaget mendengar perkataan Ali bin Abi Thalib. Dan banyak ulama yg beranggapan bahwa Usamah bin Zaid lebih tepat. Tapi mari kita lihat apa kata Imam an Nawawi, Usamah bin Zaid melihat dari frame lebih ke Aisyah. Adapun Ali bin Abi Thalib melihat dari frame nabi Muhammad Saw. Ali bukan benci Aisyah,tapi disini Ali ga tega jika Nabi Muhammad Saw disakiti karena kasus ini. Karena Ali melihat orang yg dia cintai melebihi dirinya (Nabi Muhammad Saw) memiliki tekanan karena masalah ini, dan Ali memberi opsi bagaimana kalau keluar aja dari masalah ini dan lepas dari tekanan/disakiti oleh orang lain. Atau kata para Ulama, apa yg dikatakan Ali yg dimaksud, 'Ceraikan Aisyah, kemudian nanti masalah berangsur angsur tenang dan nanti akan jelas tersingkap, nanti Aisyah bersih dan dinikahi lagi. Maka clear masalah. ' bukan karena benci Aisyah tapi agar tenang dulu masalah. Kan baru talak 1. Yg ga bisa dinikahi kalo talak 3/talak roji'. Atau kata Ali, "atau antum,panggil saja seorang wanita,tanya tentang Aisyah,nanti akan dibenarkan antum"

Dan akhirnya nabi Muhammad Saw memanggil Bariroh,seorang wanita, dan nabi bertanya, "Wahai Bariroh,bagaimana menurut kamu tentang Aisyah ra"? Kata Bariroh, "ya Rosullulloh Saw, kalo pun Aisyah punya aib/kesalahan itu karena dia masih kecil (13 tahun) masih gadis kecil, seperti disuruh jagain adonan, ketiduran dan lalu adonannya dimakan kambing karena ketiduran,itu saja"

"Maksudnya kalo kita mau nyalahin Aisyah, itu karena waktu itu Aisyah keluar ga bilang bilang " (seperti dijelaskan part 1)
Lalu di goreng sama oknum, jadi begini deh. Kalo mau salahin Aisyah salahin pas dia keluar ga bilang bilang itu (part 1) ,selebihnya gaada salah, Aisyah tanpa cacat kok.

Maka bener kata Ali bin Abi Thalib, "coba antum tanya wanita, pasti dia akan benarkan apa kata antum" (pasti akan mengatakan Aisyah ga bersalah) artinya Ali bin Abi Thalib kata para ulama, hanya memberi opsi ke Nabi, ("antum, mau menyelesaikan masalah ini dengan cepat,atau nunggu?, Saya yakin Aisyah bersih. Tapi kalo mau cepat nyelesai in masalah, ceraikan Aisyah,tekanan menurun dan nanti dinikahi lagi")

Jadi ga bener kalo Ali bin Abi Thalib benci Aisyah, atau sebaliknya Aisyah sakit hati dengan Ali. Mereka adalah anak muda. Dan Aisyah ga baper saat Ali nyuruh ceraikan Aisyah. Bahkan Aisyah dibeberapa kesempatan memuji Ali bin Abi Thalib. Ketika beliau ditanya, kepada siapa kami berbaiat? Aisyah menjawab, "pegang tuh Ali bin Abi Thalib" atau dalam riwayat lain, hadist riwayat Muslim , Aisyah ditanya, siapa yg kita baiat setelah Usman?, Aisyah menjawab,Ali bin Abi Thalib. Lalu ketika ada sahabat yg nanya tentang bagaimana mengusap khuff,mengusap sepatu boots/kaos kaki yg menutup sampai atas mata kaki ke Aisyah, kata Aisyah, Alaika bi ibni Abi Thalib,kamu dalam masalah ini cek ke Ali bin Abi Thalib karena dia sering safar bersama Nabi. 

Jadi ga baperan. Ali husnuzon sama Aisyah dibuktikan kalo clear masalah maka nikah lah lagi dengan Aisyah, begitu pun Aisyah juga husnuzon dengan Ali, saat Ali mengatakan wanita selain Aisyah itu banyak. Karena disini mereka ga saling baper. Coba kalo baper bisa repot masalahnya. Lihatlah mereka anak muda, selalu positif thinking, husnuzon. 

Seperti halnya dikatakan Buya Hamka, negatif thinking itu lahir dari orang yg punya hati yg buruk. Jadi khobisat (an nur:26) tafsirnya bukan hanya wanita tapi juga perkataan buruk juga lahir dari orang yg hatinya buruk, kata kata yg buruk,pola pikir yang buruk hanya dimiliki oleh Al khobisin (orang orang yg buruk). 

Jadi dalam berumahtangga harus mengedepankan husnuzon. Ketika berhadapan dengan mertua,pasangan. Ketika ada isu entah di kantor, maka husnuzon dulu. Inget,disini isu nya se kota Madinah, tapi Usamah bin Zaid husnuzon, Bariroh Husnuzon. Jadi belum tentu yg kita pikir sudah A1 fakta karena semua orang berpikir demikian, tapi bisa jadi salah maka kedepankan husnuzon. 

Dan Rosullulloh saw tidak menceraikan Aisyah. Dan tetap mempertahankan Aisyah Ra. Dan beliau menyelesaikan diskusi musyawarah bersama Usamah bin Zaid dan Ali bin Abi Thalib.

Kemudian Rosullulloh berbicara di hadapan sahabat sahabatnya. Beliau berdiri diatas mimbar. Dan semua sahabat menunggu apa yg akan disampaikan Nabi Muhammad Saw,dan .............. akan di lanjut part selanjutnya :)

Sesi Q:A
  1. Ada yg bertanya bagaimana jika ada perempuan Mawar menjodohkan temannya Melati ke seorang Pria. Lalu ternyata ada konflik menjelang menikah antara Mawar dan Pria yg menikah. Hingga menikah lah Melati dan Pria tapi akhirnya mereka berdua memusuhi yg nyomblangin (mawar) karena fitnah

 jawaban ustadz: Dalam dunia perjodohan/disini pencomblangan ini ada ilmu,kaidah dan fikh nya sendiri. Ga boleh asal-asalan. Memang sepakat, nyomblangin dan akhirnya berhasil itu pahalanya gede banget. Tapi semua investasi besar itu High Risk (resiko nya tinggi). Kalo mis/kesalahan yg nyomblangin ikut bertanggung jawab di akhirat. Dan banyak kasus orang yg nyomblangin itu ga pake kaidah,SOP nya maka akhirnya banyak yg mis / kesalahan
Bagi yg nyomblangin kalo emang sudah pake kaidah/ilmu tapi di fitnah maka itu cobaan ujian keihklasan. Karena setiap interaksi itu cobaan/ujian. Sabar atau engga. Dan Alloh maha melihat duduk permasalahan. Kalo kita ngarepin keihklasan maka ketika di fitnah ya sabar. Tapi kalo ternyata nyomblangin ga pake kaidah maka perbanyak istighfar dan bertaubat kepada Alloh.
Karena menikah itu bukan cuma pas hari H, inti pernikahan adalah hari hari setelah pernikahan. Dan apabila kita nyomblangin tapi divorce,maka kena dosa nya kita, kalo punya anak dan anak nya menjadi terbengkalai kita juga ikut dosa karena kita sebab masalah prahara itu terjadi. Maka harus dengan fikh ga boleh sembarangan. Harus hati hati dalam dunia perjodohan. Ga boleh asal husnuzon ketika di dunia perjodohan.

  1. Bagaimana jika orangtua bertengkar di hadapan anak,apa yg harus anak itu lakukan?
Jawaban ustadz: Fa'atikula Haqqin Haqqoh, Berikan hak nya masing masing. Jangan memihak. Jangan membela salah satu dan akhirnya menzolimi yg lain. Karena bagaimanapun mereka ada lah orangtua kita. Kita ga boleh benci mereka . Doakan mereka supaya mendapat hidayah,banyak bersujud.  Dan minta pertolongan Alloh, dalam sabar solat. Dan ikuti konsep Ummu Rumman (sederhana kan masalah, menyatukan bukan menggoreng masalah)


Baik, itu saja hari ini.. Alhamdulillah.. Mohon maaf.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Thursday, October 11, 2018

Part 5

Assalamualaikum,

Bismillah, I'm back.. Nulis lagi lanjutan Hadistul Ifki..

Ini audionya;



Kembali ke hadist  ;

Ketika aku sudah kembali ke rumahku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuiku lalu memberi salam dan berkata: “Bagaimana keadaanmu?” Aku jawab: “izinkan aku untuk pulang ke rumah kedua orangtuaku”. ‘Aisyah berkata: “Saat itu aku ingin mencari kepastian berita dari pihak kedua orang tuaku”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku izin dan akhirnya aku menemui kedua orangtuaku lalu aku tanyakan kepada ibuku: “Apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang?” Ibuku menjawab: “Wahai ananda, anggaplah ringankan urusan yang sedang menimpa dirimu ini. Sungguh demi Allah, sangat jarang seorang wanita yang tinggal bersama seorang suami yang dia mencintainya padahal ia mempunyai isteri lain, melainkan isteri-isteri lainnya akan menyebarluaskan aibnya”. Aku katakan: “Subhanallah, sungguh orang-orang sudah memperbincangkan masalah ini?” Aisyah berkata: “Maka aku melewati malam itu hingga pagi dengan air mata tak bisa lagi menetes karena habis dan aku tidak bisa tidur karenanya hingga ketika pagi hari.

.....................

  1. Kaifatikum? Apa kabar nya Rosullulloh masih sama dengan yang lalu ke Aisyah, dari jarak jauh dan tidak ada kehangatan seperti biasanya Rosullulloh. Tapi disini Aisyah sudah mengetahui tentang masalah yang terjadi
  2. Kemudian di saat seperti ini,Aisyah merasa ga kondusif jika bertanya atau kroscek masalah ini ke Rosullulloh. Sehingga Aisyah minta izin untuk kroscek masalah ini ke orangtua Aisyah yaitu Abu Bakar as Siddiq dan Ummu Rumman. Aisyah membaca situasi dan merasa bahwa dengan sikap Rasulullah/suami nya berbeda maka Aisyah ga mau bertanya ke Rosullulloh karena jika dipaksakan bertanya khawatir menjadi ketegangan atau adu argumen. Disinilah sebagai istri, kita harus melihat timing saat harus berbicara. Baiknya diem atau nunggu dulu di saat yang kondusif. Karena yang ada dipikiran Aisyah, Rosullulloh mungkin ga dukung Aisyah dan percaya dengan gosip di luar. ( Tapi sebenarnya Rosullulloh ada alasan tersendiri yang akan dijelaskan di kemudian hari kenapa seperti mendukung) . Sikap Aisyah ini dipuji oleh semua Ulama besar karena disini Aisyah mencari sosok yang wise/bijaksana dalam mencari penyelesaian masalah yaitu ke rumah orang tua nya, Abu Bakar as Siddiq. Bukan curhat ke orang yang ga jelas/yg tidak berilmu/bijaksana. Dan disini Aisyah minta izin ke Rosullulloh saat mau ke rumah orangtuanya. Ini adalah pelajaran dan adab. Harus minta izin. Bukan asal pergi atau kabur ketika ada masalah atau tidak gaada dukungan.
  3. Kemudian setelah diizinkan dan sampai di rumah orangtuanya, Aisyah bertanya kepada Ummu Rumman ibunya Aisyah, "wahai ibu, apa yg dikatakan orang diluar sana?" . Disini Aisyah ga langsung curhat atau nangis tapi hanya bertanya. Kata Ummu Rumman, "ini masalah sederhana kok, bukan masalah besar, Wallohi, tidak ada seorang wanita yang cantik jelita dan memiliki suami yg suaminya juga cintaa banget sama wanita tersebut dan diwaktu yang sama dia nya punya madu,maka pastilah ada yang membicarakan wanita tersebut. 
....
Para ulama sepakat bahwa Ummu Rumman sangat cerdas. Karena Ummu Rumman menyederhanakan masalah. Ini bukan masalah besar kok. Dan disini Ummu Rumman ga menyalahkan siapa pun. Ga menyalahkan menantu. Ga memancing. Karena pada jaman sekarang banyak sekali ketika anaknya ada masalah dengan menantunya maka menantu nya yang langsung disalahkan. Disini juga Ummu Rumman ga panikan. Ga baperan. Karena bagaimanapun Saat diluar sana banyak orang yang membicarakan anaknya berzina hati mana yang ga sedih? Tapi disini Ummu Rumman ga panik. Ummu Rumman memang dikenal sebagai wanita yang matang dalam berpikir. Karena Aisyah yang berumur 1-6 tahun di didik oleh Ummu Rumman yang sangat matang dan Abu Bakar as Siddiq maka jadilah Aisyah seorang wanita yang matang juga. Ga semata mata langsung gift dari Alloh tapi juga ada didikan orangtua yang hebat. Dan umur 6-13 tahun dididik oleh Rosullulloh. Maka ya Aisyah ini ya mantap banget. Jadi banget kematangan/kecerdasan/kebijaksanaannya. Memang Aisyah juga pernah melakukan kesalahan seperti saat cemburu pernah memecahkan piring, tapi saat Ujian sebenarnya datang, maka Aisyah bener bener bagus sekali dalam bersikap. 
Lihat Ummu Rumman, dia memuji dulu Aisyah. Kamu tuh cantik dan punya suami yg juga mencintai kamu. Disini Ummu Rumman memuji dan angkat dulu moril Aisyah yg down. Jadi dari sini, ga semua memuji itu salah. Memuji itu bagus saat kita melihat temen kita down. Ga semua memuji itu seperti melemparkan wajah dengan pasir. Walaupun hadist ini juga sahih dan ada rincian masalah tersebut. Tapi disini kita juga dianjurkan memuji teman kita yang down/futur agar tidak down dan semangat lagi dalam berhijrah.

Dan disini Ummu Rumman menjelaskan bahwa "Kamu tuh dicintai oleh suami kamu" . Karena orang seperti Aisyah ini butuh dukungan. Ummu Rumman paham tentang psikologi Aisyah. Dan ga memprovokasi menantu , menjelekkan menantu atau menggoreng masalah. Tapi lebih ke memberi dukungan moril agar dikuatkan hubungannya bukan biar renggang.

"Setiap wanita,cantik,menikah, dan punya madu, pasti ada yang ga suka dengan wanita cantik itu." Disini maksudnya Ummu Rumman ngasih tau kalo kamu tuh bagian dari komunitas tersebut. Hal tersebut pasti wajar. 
Dan memberi contoh kasus lain bahwa kamu tuh ga sendiri. 

Ummu Rumman bilang, "Setiap wanita,cantik,menikah, dan punya madu, pasti ada yang ga suka dengan wanita cantik itu". Disini Ummu Rumman ga ngasih tau sebuah nama orang yang cemburu tersebut. (Tapi menurut para Ulama, orang yang ga suka yang dimaksud adalah Hamnah bin Jahsy, saudari kandung dari Zainab binti Jahsy. Zainab binti Jahsy adalah istri Rosullulloh dan kompetitor Aisyah nomor 1 dalam hal ketakwaan. Disini kata Aisyah, aku tidak pernah melihat ada wanita yang lebih bertakwa,lebih dermawan dari Zainab binti Jahsy. Jika Aisyah pernah diabadikan dalam ayat Alquran begitu pun Zainab binti Jahsy juga saat Rosullulloh menikahi Zainab ada ayat turun dalam Alquran membahas Zainab. Sehingga Hamnah binti Jahsy ingin menjadikan Zainab adalah istri Rosullulloh yg terbaik dengan menghancurkan Aisyah)

Hamnah ini Muhajiroh. Muhajiroh atau orang yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah itu ga diragukan lagi keimanannya. Hamnah bukan orang munafik dan fasik. Dan Hamnah juga ikut perang dalam mengobati para mujahid yg sakit, memberi minum para Mujahid. Dan Hamna ini tabahnya luar biasa. Karena saat Rosullulloh mengatakan, saudaramu Abdullah bin Jahsy meninggal di perang Uhud,maka Hamnah mengucapkan Innalilahi wa innailaihi rojiun dengan tabah, dan paman mu Hamzah juga meninggal dan tetap tabah Innalilahi wa innailaihi rojiun. Hamnah masih sepupu Rosullulloh. Jadi disini Hamnah walaupun Muhajirin,sepupu Rosullulloh pun juga bisa cemburu. Bagaimana kita atau teman kita. Jalan hijrah memang ga mudah dan harus berilmu dan lapang dadanya. Hamnah ini ahli ibadah pun bisa cemburu/down/khilaf dan ingin menjatuhkan Aisyah. Ini adalah sunnatulloh yang dialami semua nya.

Ada hadist;
Suatu hari Rosululloh melihat ada tali yang terbentang di masjid dan Rosullulloh bertanya punya siapa ini? Dan dalam hadist imam Bukhari,itu punya Zainab binti Jahsy. Kata Imam Ahmad, itu punya Hamnah binti Jahsy. Atau kata para ulama itu milik keduanya. Jadi disini Hamnah tetap ingin sholat di masjid meskipun harus memegang tali. Maka kata Rosullulloh, hendaknya kalian solat dalam keadaan fresh. Jika tidak maka istirahat dulu. Jadi hadist ini untuk para sahabat pada umumnya dan Hamnah pada khususnya untuk solat di masjid pada saat fresh dan jangan dipaksakan ke masjid kalo sedang sakit. 

Jadi Hamnah ini ahli ibadah saking semangatnya dan sampai pegang tali agar ga jatuh pas solat di masjid. Tapi bisa jatuh saat cemburu. Padahal yg istrinya Nabi adalah saudarinya Zainab binti Jahsy. Tapi cemburu juga dan ingin menyerang Aisyah. Kemudian saat perang Uhud dikatakan tadi saudaranya meninggal ,pamannya meninggal bisa tegar. Tapi pas dikatakan suaminya Hamnah meninggal, Hamnah langsung down karena Suaminya adalah belahan jiwa Hamnah.

Disini pelajaran, bahwa Fitnah, Dusta, Gosip itu aktor intelektual nya/dalang nya itu 1 , 2 orang. Tapi dia bisa membuat orang orang Soleh yang mungkin sedang mis,sedang down dan terbakar cemburu untuk menjadi korban provokasi. Disini aktor intelektual nya Abdullah Ibnu Salul. Tapi Hamnah bisa kena karena kecintaannya kepada saudarinya Zainab binti Jahsy sehingga menjatuhkan Aisyah / ikut gosip juga.
..........
Disini Ummu Rumman tidak menyebut nama yang cemburu saat bilang "Setiap wanita,cantik,menikah, dan punya madu, pasti ada yang ga suka dengan wanita cantik itu" disini Ummu Rumman mengatakan substansi masalah bukan Nama orang. Bukan terfokus ke person tapi akar masalahnya yg ia jelaskan ke Aisyah.

Dan Aisyah hanya mengatakan , "Subhanallah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh orang orang/ternyata isu itu benar dan sudah beredar"

"Subhanallah" adalah kata pertama saat Aisyah mendengar gosip tersebut. Kenapa ga Allohuakbar? Karena , surat Al Hijr ayat 97-98, "Kami tahu bagaimana perasaan anda saat mendengar berita berita keji mereka, maka bertasbihlah memuji nama Robb mu."
Subhanallah. Subhanallah. Aisyah ga kepo siapa Namanya (yang memfitnah)? Tapi memuji Alloh. Mengembalikan pada Alloh.

Kata para ulama;
"Nyebut nama manusia itu penyakit. Adapun mengingat Alloh  adalah obat dari  segala masalah" . 
Dan sering kali saat kita mendengar masalah kita menyebut nama manusia. Melabrak manusia. Padahal itu belum tentu menyelesaikan masalah. Yg harus kita lakukan adalah mengucapkan Subhanallah. 

Dan Aisyah mengatakan, "dan aku menghabiskan kesendirian ku pada malam itu dengan menangis semalaman sampai pagi. (Instrospeksi diri) "

To be continued.......

Q&A
Q: Bagaimana kalo Hamnah yg rajin ibadah saja bisa tergelincir ke fitnah/bisa gosip/nyerang Aisyah, bagaimana dengan kita yang ibadah nya ga terlalu rajin agar bisa ga terfitnah?
A: Jawabannya Ihfazillah yahfadzka,jagalah hak Alloh maka Alloh akan menjagamu. Disini bukan cuma Hak fisik ibadah tapi juga hak dalam hati. Hamnah ini ibadah bagus tapi hatinya ada rasa cemburu sehingga terfitnah. Hendaknya kita juga harus menjaga hati kita. Amalan ibadah dan amalan hati. Bersihkan hati. Seperti Abu Bakar as Siddiq kenapa Para ulama sepakat dia adalah orang nomor 1 setelah generasi Rosullulloh? Karena Abu bakar as Siddiq dalam hatinya menginginkan semua orang hatinya baik. Bagaimana agar semua orang baik. Begitu cara berpikir Abu bakar as Siddiq. Mungkin pada jaman itu banyak yg lebih ahli ibadah lagi dari abu bakar,tapi Abu Bakar selalu pengen orang lain/umat muslim baik,selalu ingin memberi yg terbaik. Lalu ingat hadist hendaknya bicara baik atau diam. Jangan ikut komentar jelek,serang sana serang sini. Jangan. Dunia ilmu adalah dunia Rahmat. Kita harus husnuzon. Jangan saling cela atau serang. Selalu husnuzon.



Alhamdulillah. Itu saja catatan kali ini. Semoga bermanfaat. Dan semoga bisa Istiqomah nulis lagi :)

Wassalamu'alaikum..