Assalamualaikum,
Bismillah, I'm back.. Nulis lagi lanjutan Hadistul Ifki..
Ini audionya;
Kembali ke hadist ;
Ketika aku sudah kembali ke rumahku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuiku lalu memberi salam dan berkata: “Bagaimana keadaanmu?” Aku jawab: “izinkan aku untuk pulang ke rumah kedua orangtuaku”. ‘Aisyah berkata: “Saat itu aku ingin mencari kepastian berita dari pihak kedua orang tuaku”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku izin dan akhirnya aku menemui kedua orangtuaku lalu aku tanyakan kepada ibuku: “Apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang?” Ibuku menjawab: “Wahai ananda, anggaplah ringankan urusan yang sedang menimpa dirimu ini. Sungguh demi Allah, sangat jarang seorang wanita yang tinggal bersama seorang suami yang dia mencintainya padahal ia mempunyai isteri lain, melainkan isteri-isteri lainnya akan menyebarluaskan aibnya”. Aku katakan: “Subhanallah, sungguh orang-orang sudah memperbincangkan masalah ini?” Aisyah berkata: “Maka aku melewati malam itu hingga pagi dengan air mata tak bisa lagi menetes karena habis dan aku tidak bisa tidur karenanya hingga ketika pagi hari.
.....................
- Kaifatikum? Apa kabar nya Rosullulloh masih sama dengan yang lalu ke Aisyah, dari jarak jauh dan tidak ada kehangatan seperti biasanya Rosullulloh. Tapi disini Aisyah sudah mengetahui tentang masalah yang terjadi
- Kemudian di saat seperti ini,Aisyah merasa ga kondusif jika bertanya atau kroscek masalah ini ke Rosullulloh. Sehingga Aisyah minta izin untuk kroscek masalah ini ke orangtua Aisyah yaitu Abu Bakar as Siddiq dan Ummu Rumman. Aisyah membaca situasi dan merasa bahwa dengan sikap Rasulullah/suami nya berbeda maka Aisyah ga mau bertanya ke Rosullulloh karena jika dipaksakan bertanya khawatir menjadi ketegangan atau adu argumen. Disinilah sebagai istri, kita harus melihat timing saat harus berbicara. Baiknya diem atau nunggu dulu di saat yang kondusif. Karena yang ada dipikiran Aisyah, Rosullulloh mungkin ga dukung Aisyah dan percaya dengan gosip di luar. ( Tapi sebenarnya Rosullulloh ada alasan tersendiri yang akan dijelaskan di kemudian hari kenapa seperti mendukung) . Sikap Aisyah ini dipuji oleh semua Ulama besar karena disini Aisyah mencari sosok yang wise/bijaksana dalam mencari penyelesaian masalah yaitu ke rumah orang tua nya, Abu Bakar as Siddiq. Bukan curhat ke orang yang ga jelas/yg tidak berilmu/bijaksana. Dan disini Aisyah minta izin ke Rosullulloh saat mau ke rumah orangtuanya. Ini adalah pelajaran dan adab. Harus minta izin. Bukan asal pergi atau kabur ketika ada masalah atau tidak gaada dukungan.
- Kemudian setelah diizinkan dan sampai di rumah orangtuanya, Aisyah bertanya kepada Ummu Rumman ibunya Aisyah, "wahai ibu, apa yg dikatakan orang diluar sana?" . Disini Aisyah ga langsung curhat atau nangis tapi hanya bertanya. Kata Ummu Rumman, "ini masalah sederhana kok, bukan masalah besar, Wallohi, tidak ada seorang wanita yang cantik jelita dan memiliki suami yg suaminya juga cintaa banget sama wanita tersebut dan diwaktu yang sama dia nya punya madu,maka pastilah ada yang membicarakan wanita tersebut.
....
Para ulama sepakat bahwa Ummu Rumman sangat cerdas. Karena Ummu Rumman menyederhanakan masalah. Ini bukan masalah besar kok. Dan disini Ummu Rumman ga menyalahkan siapa pun. Ga menyalahkan menantu. Ga memancing. Karena pada jaman sekarang banyak sekali ketika anaknya ada masalah dengan menantunya maka menantu nya yang langsung disalahkan. Disini juga Ummu Rumman ga panikan. Ga baperan. Karena bagaimanapun Saat diluar sana banyak orang yang membicarakan anaknya berzina hati mana yang ga sedih? Tapi disini Ummu Rumman ga panik. Ummu Rumman memang dikenal sebagai wanita yang matang dalam berpikir. Karena Aisyah yang berumur 1-6 tahun di didik oleh Ummu Rumman yang sangat matang dan Abu Bakar as Siddiq maka jadilah Aisyah seorang wanita yang matang juga. Ga semata mata langsung gift dari Alloh tapi juga ada didikan orangtua yang hebat. Dan umur 6-13 tahun dididik oleh Rosullulloh. Maka ya Aisyah ini ya mantap banget. Jadi banget kematangan/kecerdasan/kebijaksanaannya. Memang Aisyah juga pernah melakukan kesalahan seperti saat cemburu pernah memecahkan piring, tapi saat Ujian sebenarnya datang, maka Aisyah bener bener bagus sekali dalam bersikap.
Lihat Ummu Rumman, dia memuji dulu Aisyah. Kamu tuh cantik dan punya suami yg juga mencintai kamu. Disini Ummu Rumman memuji dan angkat dulu moril Aisyah yg down. Jadi dari sini, ga semua memuji itu salah. Memuji itu bagus saat kita melihat temen kita down. Ga semua memuji itu seperti melemparkan wajah dengan pasir. Walaupun hadist ini juga sahih dan ada rincian masalah tersebut. Tapi disini kita juga dianjurkan memuji teman kita yang down/futur agar tidak down dan semangat lagi dalam berhijrah.
Dan disini Ummu Rumman menjelaskan bahwa "Kamu tuh dicintai oleh suami kamu" . Karena orang seperti Aisyah ini butuh dukungan. Ummu Rumman paham tentang psikologi Aisyah. Dan ga memprovokasi menantu , menjelekkan menantu atau menggoreng masalah. Tapi lebih ke memberi dukungan moril agar dikuatkan hubungannya bukan biar renggang.
"Setiap wanita,cantik,menikah, dan punya madu, pasti ada yang ga suka dengan wanita cantik itu." Disini maksudnya Ummu Rumman ngasih tau kalo kamu tuh bagian dari komunitas tersebut. Hal tersebut pasti wajar.
Dan memberi contoh kasus lain bahwa kamu tuh ga sendiri.
Ummu Rumman bilang, "Setiap wanita,cantik,menikah, dan punya madu, pasti ada yang ga suka dengan wanita cantik itu". Disini Ummu Rumman ga ngasih tau sebuah nama orang yang cemburu tersebut. (Tapi menurut para Ulama, orang yang ga suka yang dimaksud adalah Hamnah bin Jahsy, saudari kandung dari Zainab binti Jahsy. Zainab binti Jahsy adalah istri Rosullulloh dan kompetitor Aisyah nomor 1 dalam hal ketakwaan. Disini kata Aisyah, aku tidak pernah melihat ada wanita yang lebih bertakwa,lebih dermawan dari Zainab binti Jahsy. Jika Aisyah pernah diabadikan dalam ayat Alquran begitu pun Zainab binti Jahsy juga saat Rosullulloh menikahi Zainab ada ayat turun dalam Alquran membahas Zainab. Sehingga Hamnah binti Jahsy ingin menjadikan Zainab adalah istri Rosullulloh yg terbaik dengan menghancurkan Aisyah)
Hamnah ini Muhajiroh. Muhajiroh atau orang yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah itu ga diragukan lagi keimanannya. Hamnah bukan orang munafik dan fasik. Dan Hamnah juga ikut perang dalam mengobati para mujahid yg sakit, memberi minum para Mujahid. Dan Hamna ini tabahnya luar biasa. Karena saat Rosullulloh mengatakan, saudaramu Abdullah bin Jahsy meninggal di perang Uhud,maka Hamnah mengucapkan Innalilahi wa innailaihi rojiun dengan tabah, dan paman mu Hamzah juga meninggal dan tetap tabah Innalilahi wa innailaihi rojiun. Hamnah masih sepupu Rosullulloh. Jadi disini Hamnah walaupun Muhajirin,sepupu Rosullulloh pun juga bisa cemburu. Bagaimana kita atau teman kita. Jalan hijrah memang ga mudah dan harus berilmu dan lapang dadanya. Hamnah ini ahli ibadah pun bisa cemburu/down/khilaf dan ingin menjatuhkan Aisyah. Ini adalah sunnatulloh yang dialami semua nya.
Ada hadist;
Suatu hari Rosululloh melihat ada tali yang terbentang di masjid dan Rosullulloh bertanya punya siapa ini? Dan dalam hadist imam Bukhari,itu punya Zainab binti Jahsy. Kata Imam Ahmad, itu punya Hamnah binti Jahsy. Atau kata para ulama itu milik keduanya. Jadi disini Hamnah tetap ingin sholat di masjid meskipun harus memegang tali. Maka kata Rosullulloh, hendaknya kalian solat dalam keadaan fresh. Jika tidak maka istirahat dulu. Jadi hadist ini untuk para sahabat pada umumnya dan Hamnah pada khususnya untuk solat di masjid pada saat fresh dan jangan dipaksakan ke masjid kalo sedang sakit.
Jadi Hamnah ini ahli ibadah saking semangatnya dan sampai pegang tali agar ga jatuh pas solat di masjid. Tapi bisa jatuh saat cemburu. Padahal yg istrinya Nabi adalah saudarinya Zainab binti Jahsy. Tapi cemburu juga dan ingin menyerang Aisyah. Kemudian saat perang Uhud dikatakan tadi saudaranya meninggal ,pamannya meninggal bisa tegar. Tapi pas dikatakan suaminya Hamnah meninggal, Hamnah langsung down karena Suaminya adalah belahan jiwa Hamnah.
Disini pelajaran, bahwa Fitnah, Dusta, Gosip itu aktor intelektual nya/dalang nya itu 1 , 2 orang. Tapi dia bisa membuat orang orang Soleh yang mungkin sedang mis,sedang down dan terbakar cemburu untuk menjadi korban provokasi. Disini aktor intelektual nya Abdullah Ibnu Salul. Tapi Hamnah bisa kena karena kecintaannya kepada saudarinya Zainab binti Jahsy sehingga menjatuhkan Aisyah / ikut gosip juga.
..........
Disini Ummu Rumman tidak menyebut nama yang cemburu saat bilang "Setiap wanita,cantik,menikah, dan punya madu, pasti ada yang ga suka dengan wanita cantik itu" disini Ummu Rumman mengatakan substansi masalah bukan Nama orang. Bukan terfokus ke person tapi akar masalahnya yg ia jelaskan ke Aisyah.
Dan Aisyah hanya mengatakan , "Subhanallah, ternyata benar apa yang dikatakan oleh orang orang/ternyata isu itu benar dan sudah beredar"
"Subhanallah" adalah kata pertama saat Aisyah mendengar gosip tersebut. Kenapa ga Allohuakbar? Karena , surat Al Hijr ayat 97-98, "Kami tahu bagaimana perasaan anda saat mendengar berita berita keji mereka, maka bertasbihlah memuji nama Robb mu."
Subhanallah. Subhanallah. Aisyah ga kepo siapa Namanya (yang memfitnah)? Tapi memuji Alloh. Mengembalikan pada Alloh.
Kata para ulama;
"Nyebut nama manusia itu penyakit. Adapun mengingat Alloh adalah obat dari segala masalah" .
Dan sering kali saat kita mendengar masalah kita menyebut nama manusia. Melabrak manusia. Padahal itu belum tentu menyelesaikan masalah. Yg harus kita lakukan adalah mengucapkan Subhanallah.
Dan Aisyah mengatakan, "dan aku menghabiskan kesendirian ku pada malam itu dengan menangis semalaman sampai pagi. (Instrospeksi diri) "
To be continued.......
Q&A
Q: Bagaimana kalo Hamnah yg rajin ibadah saja bisa tergelincir ke fitnah/bisa gosip/nyerang Aisyah, bagaimana dengan kita yang ibadah nya ga terlalu rajin agar bisa ga terfitnah?
A: Jawabannya Ihfazillah yahfadzka,jagalah hak Alloh maka Alloh akan menjagamu. Disini bukan cuma Hak fisik ibadah tapi juga hak dalam hati. Hamnah ini ibadah bagus tapi hatinya ada rasa cemburu sehingga terfitnah. Hendaknya kita juga harus menjaga hati kita. Amalan ibadah dan amalan hati. Bersihkan hati. Seperti Abu Bakar as Siddiq kenapa Para ulama sepakat dia adalah orang nomor 1 setelah generasi Rosullulloh? Karena Abu bakar as Siddiq dalam hatinya menginginkan semua orang hatinya baik. Bagaimana agar semua orang baik. Begitu cara berpikir Abu bakar as Siddiq. Mungkin pada jaman itu banyak yg lebih ahli ibadah lagi dari abu bakar,tapi Abu Bakar selalu pengen orang lain/umat muslim baik,selalu ingin memberi yg terbaik. Lalu ingat hadist hendaknya bicara baik atau diam. Jangan ikut komentar jelek,serang sana serang sini. Jangan. Dunia ilmu adalah dunia Rahmat. Kita harus husnuzon. Jangan saling cela atau serang. Selalu husnuzon.
Alhamdulillah. Itu saja catatan kali ini. Semoga bermanfaat. Dan semoga bisa Istiqomah nulis lagi :)
Wassalamu'alaikum..
No comments:
Post a Comment