Wednesday, April 10, 2019

Catatan Random - Kitab Khabair/Dosa dosa besar (bab 43 Namimah)

Bismillah

Catatan diambil dari kajian Selasa malam masjid Al ikhlas Jembatan Gantung Cengkareng Jakarta

Alhamdulillah,segala puji hanya bagi Alloh. Sebenarnya awalnya ga tau kalo ada masjid yg aktif ada kajian Sunnah ilmiah di daerah Jakbar, hingga aku karena sekarang sering pulang sore, dan kejebak macet dijalan,aku berhenti di halte busway jembatan gantung dan ke masjid Al ikhlas ini untuk ngejar solat Maghrib yg tinggal 20 menit lagi. Dan Alhamdulillah ada kajian ilmiah disini,dan siapa yg ga mau dapat warisan dari Rosullulloh dan dapat pahala 1000 rokaat solat? Jadi setelah solat aku ikuti kajian nya. Dan aku follow Ig nya untuk liat jadwal dan update nya. Alhamdulillah..... :) Terimakasih ya Alloh . 

Dosa besar 43; namimah
Yaitu orang yg yg membicarakan orang lain dengan maksud tujuan membuat keregangan/keretakan.. apakah dia punya tujuan islah/memperbaiki. Tergantung si pengucap. Sebagaimana contoh ada ikhwan yg sudah belajar dan ngaji tapi membicarakan keburukan di hadapan orang-orang banyak, padahal bisa jadi benar atau tidak benar adanya. Padahal kita bisa rugi. Rugi nya kalo dia masih hidup padahal sudah bertobat,maka urusan si pelaku sudah selesai. Tapi yg membuka aib itu yg berdosa/maksiat. Yg membicarakan tsb masih berdosa. Apalagi kalo yg dibicarakan sebenarnya udah lama/tahun lalu. Amal tergantung akhirnya/khawatim. 
Kata syekh imam azzahabi ; yg menimbulkan permusuhan kaum muslimin itu hukumnya haram. Banyak sekali ayat yg secara terang terangan berbicara haramnya annamimah. Al qolam ayat 10-11(dilarang kita mengikuti tipe manusia yg suka namimah). Lebih baik kita dakwah kan atau kalo emang ga bisa kita hindari. Dan didalam sahih Bukhari; " Namimah/orang yg suka adu domba terancam tidak masuk surga. Ancaman ini sangat keras. Saking kerasnya masuk ke dalam kategori dosa besar. Dalam hadis lain, Rosul lewat kuburan dan bersabda; kedua penghuni kubur ini sedang di azab, dan keduanya tidak diazab karena sesuatu yg besar, (contoh lain cebok, orang yg ga cebok azabnya pedih). , Kemudian Rosul menjelaskan sebab mereka di azab, pertama ga bersih dalam cebok, yg satu namimah/adu domba, menebar kebencian dalam kaum muslimin. Kemudian diantara sifat orang namimah (kata imam azzahabi), kalian akan mendapati seburuk buruknya manusia,dan yg punya dua wajah, dalam Islam harus punya prinsip, kalo ketemu sama yg ini , misal dia ketemu a dia a dan ngomongin b, atau bersama b dia b dan ngomongin a. Maka meskipun sudah tampak lahiriah kebenaran maka ikutin kebenaran. Karena membahagiakan semua orang itu gabisa. Siapa yg punya dua lisan di dunia (kesana sini oke), maka Alloh akan buat 2 lidah di neraka,keburukan keburukan yg perlu diketahui berita berita dari mereka, tentu kita tau dalam bermuamalah ketika ada orang tipe seperti ini yg terbaik adalah memberitahu nya/memperbaiki dia. Kata Rosullulloh, tolonglah saudara mu ketika dia melakukan kezholiman atau dizolimi,bukan karena kita dengki, tapi karena kita sayang sama dia. 
Jadi lebih baik diam kalo melihat sesuatu. Kecuali kalo ada kebaikan untuk orang atau bisa mencegah maksiat orang lain. Hukum asal orang muslim adalah kalo ada keburukan pada orang muslim harus ditutupi atau dinasehati dan berkata kalo itu adalah perilaku yg buruk. Karena kita ga akan menemukan teman/sahabat yg sempurna, pasti ada salahnya dan sebaik-baik nya adalah menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Karena manusia pasti ada kesalahan. Bahkan manusia diciptakan bisa mengulangi kesalahan kesalahan. Dan ketika kita melihat hal tsb maka ditutupi. Kalo ada temen yg ga baik maka jangan dibenci. Bisa jadi yg kita benci itu lebih baik dan lebih Soleh dari kita.  Benci sama orang ga boleh. Karena dia bisa taubat. Hujurat:12--> jangan berprasangka, karena sebagian prasangka itu dari syaitan , Dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain. 

Menemukan kesalahan orang lain pasti ketemu. Karena Kullu bani Adam khotto'

Jangan buat dia cari tau, kalo dia fasik ga mungkin dia nyari kesalahan,apalagi kalo dia ga dapet kemudharatan dari orang tsb, maka jangan adu domba,harus dihentikan. 

Q&A;

Jangan mementingkan Chasing, jangan gibah terus, namimah terus. Husnuzon mungkin ngajinya belum sampai namimah. 

Ngumpetin barang orang itu ga boleh. 
" Tidak halal seseorang diantara kalian mengambil barang punya saudaranya baik sengaja maupun becanda" membuat galau orang muslim itu ga boleh. Setidaknya kita membuat orang lain itu nyaman dan tenang. 

Jika kita bekerja ,kita punya akad/jobdesk. Bukan mengemis. Maka lakukan sesuai job. Harus berani dan punya prinsip. Punya Izzah/kehormatan. Jadi orang muslim harus percaya sama Alloh. Kita muslim punya Izzah. Kalo kita ditakdirkan kita lemah, tapi jangan sampe derajat kita tuh rendah. Muslim itu harus punya Izzah. Rezeki dari Alloh. Adapun manusia itu cuma wasilah. Rezeki itu tidak ada kaitannya dengan usaha tapi dari Alloh. Rezeki itu takdir Allah. Wasilah= perantara. Maryam melahirkan Isa, ketika Isa kelaparan maka Alloh menyuruh Maryam menggoyang goyangkan pohon kurma. Artinya kita kerjakan aja, tapi takdirnya dari Alloh. Kalo kita berpikir rezeki dari usaha saya maka sama saja dengan Qorun. Karena ucapan Qorun: harta saya ini berasal dari usaha saya sendiri.

Kondisi tidak mempengaruhi temennya ustadz. Karena temennya ustadz tersebut ngejar solat jamaah dan rawatib. Dan dia suka menghapal. Kerja untuk ngejar solat. Tidak terpengaruh dengan kondisi/temennya yg mungkin sudah punya motor/mobil. 

No comments:

Post a Comment