Bismillahirrahmanirrahim
Link audio kajian
Maka aku menangis sepanjang hariku hingga air mataku tak bisa lagi menetes karena kering dan aku tidak bisa tidur karenanya hingga akhirnya kedua orangtuaku berada di sisiku sedangkan aku sudah menangis selama dua malam satu hari hingga aku menyangka hatiku jangan-jangan menjadi pecah”. Aisyah berkata: “Ketika kedua orantuaku sedang duduk di dekatku sementara aku terus saja menangis tiba-tiba ada seorang wanita Anshar yang meminta izin masuk lalu aku ijinkan kemudian dia duduk sambil menangis bersamaku.
Ketika dalam keadaan seperti itu tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang lalu duduk, namun tidak duduk di dekat aku sebagaimana saat Beliau menyampaikan apa yang telah terjadi denganku sebelum ini, sedangkan peristiwa ini sudah berlalu selama satu bulan dan wahyu belum juga turun untuk menjelaskan perkara yang menimpaku ini”. Aisyah berkata: “Maka Beliau bersaksi membaca dua kalimah syahadah kemudian berkata: “Wahai ‘Aisyah, sungguh telah sampai kepadaku berita tentang dirimu begini begini. Jika kamu bersih tidak bersalah pasti nanti Allah akan membersihkanmu. Namun jika kamu jatuh pada perbuatan dosa maka mohonlah ampun kepada Allah dan bertobatlah kepada-Nya karena seorang hamba bila dia mengakui telah berbuat dosa lalu bertobat maka Allah pasti akan menerima tobatnya”.
Poin nya;
Nabi Muhammad Saw mengucapkan Assalamualaikum ke istrinya. Sederhana namun itu adalah doa. Semoga keselamatan menyeliputi anda. Ini detail nya Rosullulloh. Coba kita praktekan,apakah ketika kita ketemu dengan suami/istri kita,kita ucapkan salam?, jangan langsung direct direct/langsung.
Sebelumnya Rosullulloh hanya bilang kaifatikum ( Ucapan apakabar tapi dari jarak jauh). Menurut Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul bari, kira kira 1 bulan belum ada Wahyu turun apakah Aisyah suci/tidak. Ini mengingatkan kita akan kisah Ka'ab bin Malik. Harus ada waktu untuk menguji keyakinan kepada Alloh. Jawaban tidak harus di H-1, H-2. Tapi perlu waktu untuk menguji kita. Kalo kita cuma diuji satu Minggu,maka tidak ada apa apanya dengan Nabi. Jawaban tidak harus datang pas Hari H atau H+1. Alloh mau lihat kita sabar. Maka kata Alloh, Ishbiru wa sobiru warobitu wattaqulloh . Kalo bisa kita kuat kuatan napas, kalo ada masalah sama orang. Dalam kesabaran. Siapa yg paling sabar,aku atau dia . Disini Wahyu belum turun sama sekali. Dan ini hikmah. Hikmahnya adalah yg membuat pola/pattern itu adalah Alloh kita yg Maha Esa. Bisa jadi kita disuruh sabar sabar sabar sehingga kita hope less sama makhluk. Dan kita sadar gaada yg bisa menolong kita kecuali Alloh. Kenapa pertolongan itu ditunda? Karena Alloh mau tahu,bener ga dia minta tolong sama Alloh. Saat Aisyah ke rumah orang tuanya maka memang tidak ada yg bisa membantunya ,diantara harapan anak dia mendapat support dari orangtua tapi Wahyu juga belum turun. Aisyah juga belum dapat support dari Nabi Muhammad Saw karena Nabi pun berubah sikapnya. Tapi biar kita bener bener terpaut pada Alloh. Bertawakal kepada Alloh. Hanya minta pertolongan kepada Alloh.
Kemudian Nabi Muhammad Saw memulai pembicaraan dengan Aisyah, dan sebelum berbicara kepada Aisyah, Nabi Muhammad Saw bertasyhadud, (Asyhadu Alla Illa ha ilalloh, wa Anna Muhammadurrosulloh). Masalah ini,masalah sebesar ini tidak akan selesai kecuali kita bersujud dan bertawakal kepada Alloh. Kecuali kita cinta kepada Alloh. Dan ini akan berantakan jika kita ego masing masing dan mencintai diri kita. Nabi bertasyhadud untuk sama sama meyakinkan lagi, kalo Alloh bilang kita maju kita maju, kalo Alloh bilang kita mundur kita mundur. Satu suara ga. Karena kalo ada masalah tapi ga satu visi (La ila ha ilalloh) maka ga akan nyambung.
Seperti Nabi Yunus saat di perut ikan yg diucapkan Lailahailllah Subhanaka inni Kuntu minazzolimin. Tidak ada Illah yg patut disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya aku adalah orang yang zolim.
Karena setiap ada situasi genting pasti selesai kalo kita ingat kita hanya seorang Hamba yg diperintah oleh Alloh. Harus paham dan ngerti kalimat Tauhid.
Kemudian dikondisikan istri kita ke Alloh. Karena kalo ada masalah, mau pake dalil apa apapun tapi ga pake inti tauhid maka ga akan selesai.
Banyak yg menikah karena ibadah tapi begitu ada masalah yg keluar ego masing masing. Yg suami merasa harga dirinya lebih tinggi. Atau istri juga dikeluarkan Ego nya juga. Padahal jika ibadah maka harus selalu sepakat bahwa tidak ada yang patut kita ibadahi kecuali Alloh SWT.
Ketika Nabi Muhammad Saw bertasyhadud, Aisyah langsung mengerti dan paham. Karena mereka satu frekuensi.
Wahai Aisyah, telah sampai padaku berita tentang mu ini dan itu. Kaza wa kaza.
Nabi Muhammad Saw tidak mengucapkan langsung atau ceplas-ceplos, tidak bilang "aku mendengar kamu berzina". Lihat bagaimana Rosullulloh tau bagaimana berbicara yg terbaik kepada istrinya dan Aisyah pun mengerti walaupun hanya dikasih isyarat kaza wa kaza.
Kemudian Rosullulloh melanjutkan Jika kamu bersih tidak bersalah pasti nanti Allah akan membersihkanmu. Namun jika kamu melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan kamu maka mohonlah ampun kepada Allah dan bertobatlah kepada-Nya karena seorang hamba bila dia mengakui telah berbuat dosa lalu bertobat maka Allah pasti akan menerima tobatnya
Rosul selalu mengajarkan, agar kita terpaut kepada Alloh. Bukan bilang, "jika kamu tidak salah,biar saya yg pasang badan". Intinya Rosullulloh selalu mengajarkan jika kamu bersih maka Alloh yg akan membersihkan. Agar terpaut hanya kepada Alloh. Dan tidak tergantung kepada makhluk. Tidak tergantung kepada manusia. Setiap perkataan Rosullulloh adalah Wahyu. An-Najm :3-4. Rosul tidak berbicara dengan hawa nafsu nya. Dan kita harus baik sangka kepada Alloh. Karena Rosul bilang "Jika kamu bersih , Alloh pasti akan membersihkan mu". Husnuzon. Bukan su'uzon kepada Alloh. Kita ga boleh su'uzon kepada Alloh. Karena su'uzon hanya milik orang munafik dan kafir (Al Fath:6). Berbeda dengan orang yang beriman yg selalu husnuzon kepada Alloh di surat Ali Imron: 191 mereka mengatakan ya Alloh engkau tidak mungkin menciptakan masalah kecuali pasti ada hikmah di dalamnya. Orang beriman selalu husnuzon. Kita ga boleh stress depresi jika ada masalah. Karena kalo kita yakin jika ada masalah pasti dosa dosa kita diampuni maka kenapa kita harus stress dan depresi?,. Jadi selalu husnuzon. Orang galau selalu ada unsur su'uzon. Ga ada hikmahnya kalo su'uzon. Dan orang yg su'uzon itu dia akan kena hal hal yg buruk, zairotussau'. Dan Alloh akan murka, dan Alloh akan melaknat dan Alloh akan mempersiapkan mereka neraka jahanam (Al Fath : 6). Nauzubillah. Kita ga boleh komplain sama Alloh. Nauzubillah.
Kata nabi Muhammad Saw, kalo kamu almamtu bizammbin,melakukan sesuatu yg diluar kebiasaan kamu. Padahal dituduh Selingkuh istrinya oleh banyak orang,tapi pemilihan kata Rosullulloh,, jika kamu melakukan sesuatu di luar kebiasaan kamu, maka beristighfarlah kepada Alloh. Jadi nabi Muhammad Saw ga marah, ga nampar istrinya, ga ngomong kasar. Bahkan nabi ga minta Aisyah mengakui kesalahannya. Nabi hanya minta Aisyah istighfar dan taubat. Maka coba kita evaluasi, apakah kita sudah bener bener mengikuti Sunnah nabi? Jika kita lihat saudara kita salah, maka sudahkah kita bilang, istighfar dan taubat lah?? . Bukan malah di cecer biar ngaku atau dihabisi. Kecuali terhadap masalah yg perlu klarifikasi.
Kalo kita mengikuti Sunnah, ada orang salah maka bilanglah istighfar dan taubat. Ga semua hal disuruh ngaku. Atau istighfar dan taubat.
Ketika Rosullulloh mengatakan, kamu melakukan sesuatu diluar kebiasaan kamu,, maka bisa diartikan Rosullulloh seperti mengatakan, kamu tuh istri ku yang cantik,baik,kamu tuh ga biasanya lho seperti itu, ini tuh bukan kebiasaan kamu banget..
Lalu Aisyah bicara, ..........
Dilanjutkan part selanjutnya. . . To be continued.
Q&A;
Annur ayat 11: jangan merasa fitnah itu buruk buat kalian,bisa jadi itu baik buat kalian. Seperti hal nya Aisyah saat kena fitnah, beliau ga klarifikasi, beliau hanya bertaqarrub mendekat kan diri pada Alloh. Kita harus yakin dengan firman Alloh, Mari kita lihat surat Ar'rodu ayat 17, buih itu akan hilang dengan cepat. Sedangkan yg bermanfaat bagi manusia,itu akan eksis. Maka jangan merespon buih. Jangan merespon fitnah. Orang yg bahagia ada lah yg menjauh dari lingkaran fitnah. Jangan masuk ke lingkaran itu. Urus urusan kita. Jangan merasa terganggu. Jika kita lihat dunia gosip, maka gosip itu paling hilang 2 Minggu, kecuali kalo si A klarifikasi nanti si B bales Klarifikasi dan akhirnya digoreng dan jadi lama. Kalo di diemin maka hilang. Buih akan hilang dengan cepat. Padahal kita ga boleh peduli dengan dunia fitnah/gosip. Jika kita mau respon fitnah lihat surat Al Hijr ayat 96,97,98,99 Kami tahu bahwa hati mu itu gerah dan ingin berteriak, maka bertasbihlah bertahmidlah dan jadilah orang yang banyak bersujud, dan tetaplah beribadah sampai datang Kematian. Show must go on. Jadi tetaplah beribadah. Alloh saja di fitnah, lalu bagaimana mungkin kamu bisa mendapatkan keridhoan semua manusia?? Dunia itu darul Bala, dunia itu tempatnya ujian. Yg jadi masalah kita berekspektasi bahwa dunia itu tempat reward, padahal dunia itu tempat ujian. Adapun reward itu nanti di akhirat. Pastikan robbul Al-Amin melihat kita baik. Di akhirat kelak kita bertanggung jawab dengan diri kita sendiri. Imam Syafi'i bilang, apapun yg kamu lakukan di Dunia pasti ada like dislike. Ada haters ada followers. Tinggal kita lihat,yg banyak suka sama kita itu siapa? Pastikan yg suka sama kita orang Soleh, ahli ilmu,ahli ibadah. (dari kitab hilyatul Aulia karya abu nuaim)
Ishbiru wa robitu, kuat kuatan napas, kuat kuatan sabar, kalo kita di fitnah terus kita down dan depresi maka jangan sampai kita kalah sabarnya. kuatkan kesabaran bahwa kita sabar dan tetap beribadah.
Ucapan syu'bah ketika di fitnah,, " Kalo ucapan mereka benar,semoga Alloh maafkan saya,kalo ucapan mereka salah maka semoga Alloh maafkan mereka ." Maka selesai masalah.
. . . . .
Kenapa ada battle antara sisterside dan brotherside di awal kajian ustadz Nuzul? Karena bukan untuk bagi bagi hadiah, tapi untuk evaluasi dan pengulangan bener ga materinya sampai,, karena evaluasi itu juga metode para ulama dalam menuntut ilmu. Ustad punya dosen waktu kuliah, pasti selalu di awali dengan evaluasi/quiz. Materi mungkin hanya 15-20 menit. Dan lebih banyak evaluasi nya. Karena yg terpenting bukan banyak banyakan ilmu nya tapi ngerti dan paham atau engga ilmu yg dipelajari tersebut.
. . . . . . . .
Jika kita punya salah kepada orang lain, jika kita belajar dari Nabi Muhammad Saw hari ini,maka apakah cukup jika kita hanya istighfar dan bertaubat kepada Alloh?
Jawabannya, jika kita mengambil hak orang lain maka penuhi dulu hak orang lain tersebut, diganti apa yg pernah kita ambil. Tapi untuk pengakuan, kalo kita tau dia tau bahwa kita mengambil hak nya maka ucapkan maaf dan penuhi hak nya. Tapi jika dia gatau, maka penuhi haknya dan ga perlu ngaku agar hubungan tetap baik dan meminimalisir mudhorot.
Wallohua'lam. Alhamdulillah. Astaghfirullah. Assalamualaikum :)
No comments:
Post a Comment